Pencarian

Kementan Biayai Peremajaan 1.463 Hektare Tebu Rakyat di Dompu

Minggu, 01 November 2026 • 06:42:01 WIB
Kementan Biayai Peremajaan 1.463 Hektare Tebu Rakyat di Dompu
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu Syahrul Ramadhan menyatakan program peremajaan tebu rakyat difasilitasi agar petani memenuhi persyaratan.

AURANUSANTARA.COM — Kementerian Pertanian mengalokasikan program peremajaan dan perluasan tanaman tebu rakyat seluas 1.463 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, untuk menopang pasokan bahan baku industri gula. Program itu terdiri atas bongkar ratoon 700 hektare dan perluasan areal tanam 763 hektare. Bagi petani, insentif ini datang bersamaan dengan kenaikan harga tebu 37,5 persen menjadi Rp550 ribu per ton pada musim giling 2026.

Pembuka: Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan menyatakan program yang digulirkan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan itu tengah difasilitasi agar petani dan kelompok tani memenuhi persyaratan yang diminta kementerian. Pemerintah daerah mendampingi kelompok tani calon penerima untuk melengkapi administrasi, termasuk pembukaan rekening kelompok sebelum bantuan disalurkan. Dukungan yang disiapkan bukan hanya benih tebu, tetapi juga pupuk nonsubsidi dan bantuan biaya tenaga kerja berdasarkan perhitungan Hari Orang Kerja (HOK).

Rincian Bongkar Ratoon dan Perluasan Lahan

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu Assyadat menjelaskan, program bongkar ratoon menyasar 25 kelompok tani di Desa Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya, Kecamatan Pekat. Peremajaan dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang produktivitasnya sudah menurun menggunakan benih baru, supaya hasil panen musim berikutnya naik.

Adapun perluasan areal tanam seluas 763 hektare menyasar 22 kelompok tani. Rinciannya, 18 kelompok di Kecamatan Pekat dan empat kelompok di Kecamatan Woja. Di Pekat, pengembangan mencakup Desa Nangakara, Doropeti, Soritatanga, Karombo, Kadindi Barat, dan Sorinomo. Sementara di Woja, perluasan dilakukan pada lahan 200 hektare di Desa Riwo.

Pelaksanaan penanaman masih menunggu kelengkapan dokumen penerima bantuan dan kondisi cuaca yang mendukung, terutama ketersediaan air hujan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Harga Tebu Naik, Minat Petani Ikut Terangkat

Pengembangan perkebunan tebu rakyat di Dompu juga ditopang kenaikan harga pembelian tebu dari Rp400 ribu menjadi Rp550 ribu per ton pada musim giling 2026. Kenaikan 37,5 persen itu disebut mendorong minat warga menggeluti usaha perkebunan tebu karena hasil panen punya akses pasar melalui kemitraan dengan pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Desa Doropeti.

"Harga sekarang lumayan tinggi dibandingkan tahun kemarin. Sekarang Rp550 ribu per ton, tahun lalu Rp400 ribu per ton," kata Camat Pekat Dermawansyah.

Menurut Dermawansyah, sebagian besar tebu yang digiling PT SMS berasal dari perkebunan rakyat melalui pola kemitraan. Serapan tebu petani pada musim giling tahun ini juga disebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Musim giling perusahaan tersebut telah berakhir pada 20 Oktober 2026.

Menjaga Pasokan Bahan Baku Gula

Pemerintah kecamatan berharap program peremajaan dan perluasan areal tanam dapat menaikkan produksi tebu rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku industri gula di Dompu. Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, disebut mulai menangkap peluang ekonomi dari berkembangnya kawasan perkebunan dan industri tebu di wilayah tersebut.

Bagi Dompu, kombinasi bantuan benih, pupuk, biaya tenaga kerja, dan harga beli yang lebih tinggi menjadi paket yang saling menguatkan. Peremajaan 700 hektare memperbaiki produktivitas lahan lama, sementara tambahan 763 hektare memperluas basis pasokan tebu rakyat ke pabrik gula mitra di daerah itu.

Sumber: voi.id

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks