Pencarian

Pemerintah Genjot Hilirisasi Sawit hingga Rumput Laut, Incar Kawasan Industri Sagu di Maluku

Minggu, 01 November 2026 • 06:02:02 WIB
Pemerintah Genjot Hilirisasi Sawit hingga Rumput Laut, Incar Kawasan Industri Sagu di Maluku
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memaparkan peta jalan hilirisasi lima komoditas unggulan dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta.

AURANUSANTARA.COM — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memetakan lima komoditas unggulan yang bakal digenjot hilirisasinya, mulai dari kelapa sawit, kelapa, rumput laut, hingga sagu. Pemerintah menargetkan pengolahan tidak berhenti di bahan setengah jadi, tetapi menembus produk akhir dan ekosistem industri pendukung. Langkah ini diharapkan memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah, terutama di luar Pulau Jawa.

Peta jalan industrialisasi itu dipaparkan Sarmuji dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10). Menurut dia, proses pengolahan komoditas tidak boleh berhenti pada pasokan bahan mentah atau setengah jadi.

"Kita jangan sampai hanya berhenti pada pasokan bahan mentah atau setengah jadi, tapi kita harus inline dari bahan baku sampai pada barang jadi dan bahkan bukan hanya membentuk satu barang jadi saja. Bisa menciptakan satu ekosistem baru, di mana bisa menumbuhkan industri-industri pendukung untuk proses industrialisasi ke depan," ujar Sarmuji dalam paparannya.

Nikel Jadi Cetak Biru Hilirisasi

Sarmuji menempatkan nikel sebagai contoh yang sudah berjalan. Hilirisasi bijih nikel berkembang bertahap, dari pengolahan bahan mentah menjadi produk antara, lalu komponen baterai, hingga kendaraan listrik.

Dari situ, ia menegaskan keberhasilan industrialisasi tidak cukup diukur dari besarnya investasi. Ada empat indikator lain yang dipakai pemerintah: peningkatan nilai tambah, kemampuan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok.

Kelapa sawit menyusul sebagai prioritas berikutnya. Sarmuji menyebut sawit beserta produk turunannya sebagai salah satu keunggulan Indonesia dibandingkan negara lain.

Kelapa dan Rumput Laut Masuk Daftar Prioritas

Industri kelapa mulai menunjukkan pertumbuhan. Menurut Sarmuji, produk olahan kelapa, termasuk susu kelapa, sudah menembus pasar luar negeri.

"Industri kelapa kita tumbuh dengan sangat baik, dan kita akan konsen juga pada industri kelapa kita," katanya.

Rumput laut menjadi komoditas ketiga yang disorot. Bahan ini bisa diolah menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan, makanan, hingga minuman.

Yang membuat rumput laut strategis bukan hanya nilai tambahnya. Sarmuji menilai pengembangannya berpotensi mengangkat masyarakat pesisir yang selama ini sulit mengakses sektor industri.

"Ini kalau dikembangkan, luasan lautan, pantai kita demikian panjang, pasti akan sangat besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat di pelosok-pelosok, di pesisir pantai yang selama ini tidak memiliki akses yang cukup baik untuk masuk sektor industri," ujarnya.

Seram Bagian Timur Disiapkan Jadi Pusat Industri Sagu

Pemerintah juga menyiapkan kawasan industri khusus berbasis sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Daerah itu dinilai punya potensi sagu melimpah.

"Sagu kita melimpah. Di Seram Bagian Timur melimpah. Kita rencanakan ini menjadi satu kawasan industri khusus sagu," kata Sarmuji.

Rencana kawasan industri sagu itu masuk dalam kerangka pemerataan pembangunan. Sarmuji mengingatkan pengembangan komoditas unggulan daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memperluas pembangunan di luar Pulau Jawa.

Bagi pelaku usaha, arah kebijakan ini membuka peluang investasi di sepanjang rantai nilai, dari pengolahan bahan baku hingga industri pendukung. Pemerintah berharap pengembangan industri berbasis potensi lokal menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sejumlah komoditas yang masuk daftar prioritas:

  • Kelapa sawit dan produk turunannya
  • Kelapa, termasuk susu kelapa yang sudah diekspor
  • Rumput laut untuk kosmetik, obat-obatan, makanan, dan minuman
  • Sagu di Seram Bagian Timur, Maluku, yang disiapkan jadi kawasan industri khusus

Sumber: cnnindonesia.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks