Pencarian

Jutaan Upaya Eksploitasi PHP Terdeteksi, Bank dan Pemerintah Jepang Hingga Eropa Tutup Layanan

Jumat, 23 Oktober 2026 • 06:22:01 WIB
Jutaan Upaya Eksploitasi PHP Terdeteksi, Bank dan Pemerintah Jepang Hingga Eropa Tutup Layanan
Cloudflare mencatat lonjakan upaya eksploitasi PHP dari ribuan menjadi jutaan percobaan dalam hitungan jam.

AURANUSANTARA.COM — Gelombang jutaan upaya eksploitasi menghantam infrastruktur internet global setelah celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP diungkap ke publik. Sejumlah bank, maskapai, dan instansi pemerintah di Jepang hingga Eropa menangguhkan layanan daring sebagai langkah darurat. Cloudflare mencatat lonjakan serangan dari ribuan menjadi jutaan percobaan dalam hitungan jam.

Cloudflare mendeteksi ribuan upaya eksploitasi di jaringannya dalam 10 jam sebelum kerentanan PHP diumumkan secara resmi. Begitu pengumuman publik keluar, angka itu melesat menjadi puluhan ribu dalam 45 menit, lalu ratusan ribu dalam dua jam, dan akhirnya mencapai jutaan percobaan.

PHP menopang sebagian besar infrastruktur internet karena dipakai menjalankan situs web dan aplikasi. Kerentanan kritis pada perangkat lunak ini otomatis menempatkan ribuan layanan digital di seluruh dunia dalam posisi rentan.

"Perusahaan berlomba memperbarui sistem untuk melawan penyerang yang dapat menggunakan AI untuk mengeksploitasinya. Itulah inti perlombaan ini," kata Madeline Lawrence, salah satu pendiri perusahaan keamanan siber Belgia Aikido Security, seperti dikutip Reuters.

Bank dan Maskapai Jepang Setop Layanan Daring

Perusahaan pialang Nomura, Mitsubishi UFJ Financial Group, maskapai ANA, dan East Japan Railway termasuk pihak yang menangguhkan sementara sebagian layanan internet sebagai langkah darurat keamanan.

Asahi Group Holdings juga menghentikan sementara sejumlah situs web dan sistemnya untuk menilai dampak keamanan. Tokio Marine Holdings menutup situs web grup perusahaan.

Di sisi pemerintah, Kementerian Keuangan Jepang dan Badan Meteorologi Jepang membatasi sebagian layanan daring untuk menerapkan pengamanan. Badan Pajak Nasional Jepang menghentikan layanannya sementara waktu.

Eropa Ikut Antisipasi, Finlandia Butuh Berpekan-pekan Pulihkan Layanan

Perusahaan telekomunikasi Prancis, Orange, menangguhkan akses ke sejumlah situs web dan aplikasi berbasis PHP di beberapa anak perusahaannya. Sementara penyedia layanan teknologi informasi milik negara Finlandia, Valtori, menutup layanan web publik pemerintah sehari sebelumnya.

Valtori lantas melanjutkan pemasangan pembaruan keamanan PHP sepanjang malam dan mulai mencabut pemblokiran secara bertahap. Direktur Jenderal Valtori Hannu Naumanen memperkirakan pemulihan penuh bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa pekan karena sistem harus diuji cermat setelah pembaruan.

Valtori menegaskan penghentian layanan bukan akibat eksploitasi kerentanan atau pembobolan siber. Perusahaan juga menyatakan tidak mengetahui adanya eksploitasi aktif terhadap celah tersebut.

China dan Korea Selatan Perketat Kewaspadaan

Kementerian Perindustrian China meminta organisasi dan pengguna memeriksa sistem serta memperbarui PHP ke versi aman terbaru. Pemerintah China merekomendasikan penguatan pemantauan keamanan siber dan penggantian akun, kata sandi, serta kunci akses bila diperlukan.

Korea Selatan menaikkan tingkat kewaspadaan keamanan siber sektor swasta dan mengaktifkan langkah tanggap darurat menyusul meningkatnya kekhawatiran risiko serangan peretasan.

Celah Ditemukan dengan Bantuan Model AI

OpenAI dalam siaran pers menyatakan memimpin koalisi pengelola perangkat lunak, peneliti, dan penyedia keamanan untuk menangani kerentanan kritis pada PHP. Perusahaan keamanan siber Calif menemukan celah tersebut menggunakan model kecerdasan buatan GPT-5.6 Sol melalui inisiatif Patch the Planet.

Perusahaan keamanan siber Wiz secara independen juga menemukan dan melaporkan kerentanan yang sama. Pengelola PHP memimpin proses perbaikan dan penerbitan pembaruan keamanan, dengan dukungan riset dan koordinasi teknis dari OpenAI, Wiz, dan Cloudflare.

Kerentanan itu telah bersemayam dalam perangkat lunak selama bertahun-tahun sebelum terdeteksi lewat bantuan AI. Pengembang PHP merilis perbaikan pada Rabu (21/10) dan mendesak pengguna segera memperbarui sistem.

Madeline Lawrence menyoroti detail kerentanan telah dipublikasikan sebelum perbaikan siap, sementara laporan serangan mulai bermunculan setelah pengungkapan. Kondisi itu memperlihatkan risiko ketika informasi celah keamanan diketahui publik sebelum seluruh sistem rentan diperbarui.

Pembaruan Sistem Bisa Makan Waktu Berpekan-pekan

OpenAI menyatakan prioritas utama organisasi pengguna PHP saat ini adalah menerapkan perbaikan keamanan. Perusahaan menyediakan pemeriksa versi PHP melalui Codex untuk membantu operator mengenali versi berpotensi rentan dan menentukan pembaruan yang sesuai.

Kepala Keamanan Asosiasi Industri Digital Jerman Bitkom menilai proses pembaruan menyeluruh tidak bisa diselesaikan dalam hitungan jam. Perbaikan pada sistem perbankan, transportasi, dan layanan publik umumnya menuntut pengujian berlapis sebelum dinyatakan aman.

Sumber: katadata.co.id

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks