Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di Forum London, Terbesar untuk Pengolahan Timah

Menteri Investasi Rosan P. Roeslani menyaksikan penandatanganan komitmen investasi senilai Rp6,3 triliun dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London.
Penulis: Yasir
Minggu, 08 November 2026 | 06:02:35 WIB

AURANUSANTARA.COM — Tiga perusahaan asing menandatangani komitmen investasi senilai total Rp6,3 triliun (USD385,1 juta) dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London, Inggris. Dana itu akan mengalir ke fasilitas pengolahan timah, pusat data berbasis kecerdasan buatan, serta pabrik perakitan alat berat dan suku cadangnya. Penandatanganan kesepakatan disaksikan langsung Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Komitmen terbesar datang dari Titanium Capital, yang berencana mengembangkan sektor pengolahan timah dengan nilai investasi Rp4,16 triliun atau setara USD252,1 juta. Angka itu menyerap porsi terbesar dari total kesepakatan yang diumumkan dalam forum investasi tersebut.

Dua perusahaan lain menyusul dengan nilai lebih kecil namun menyasar sektor yang berbeda. Axelera memilih pusat data berbasis AI, sementara BlackInk Co-operation Limited masuk ke lini perakitan alat berat.

Pusat Data AI di KEK Industropolis Batang

Axelera berkomitmen membangun pusat data berbasis kecerdasan buatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Nilai investasinya mencapai EUR50 juta atau setara USD56 juta.

Rencana Axelera merupakan tindak lanjut dari pertemuan bisnis antara kedua pihak dalam Trade Expo Indonesia 2026. Lokasi di KEK Batang menempatkan proyek ini di antara deretan investasi digital yang tengah dibidik pemerintah.

BlackInk Manfaatkan Lahan di JIEP Pulogadung

BlackInk Co-operation Limited berencana memakai lahan di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) untuk membangun fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya. Nilai investasi yang disiapkan USD77 juta.

Pemilihan Pulogadung sebagai lokasi menunjukkan orientasi pasar domestik, mengingat kawasan itu sudah lama menjadi basis industri manufaktur di Jakarta. Fasilitas perakitan alat berat berpotensi menyasar kebutuhan sektor konstruksi dan pertambangan dalam negeri.

Tiga Sektor, Satu Forum

Ketiga kesepakatan mencakup tiga sektor berbeda: pengolahan mineral, infrastruktur digital, dan manufaktur alat berat. Kombinasi itu mencerminkan arah kebijakan hilirisasi yang terus dipromosikan pemerintah kepada investor asing.

Rosan P. Roeslani menyaksikan langsung penandatanganan dan penyampaian kesepakatan dalam forum tersebut. Pemerintah memakai ajang ini untuk mempertemukan calon investor dengan peluang yang tersedia di dalam negeri.

Bagi pelaku pasar, nilai Rp6,3 triliun masih berstatus komitmen, bukan realisasi. Tahap berikutnya adalah konversi kesepakatan menjadi investasi riil, yang biasanya bergantung pada proses perizinan, kesiapan lahan, dan kepastian jangka waktu pembangunan.

Reporter: Yasir