Sejumlah Pedagang Di Kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang Keluhkan Penurunan Omset Signifikan
AURA(DUMAI) - Sejumlah pedagang yang biasa berjualan di kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang mengeluhkan penurunan omzet usaha yang dinilai sangat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut diduga dipicu oleh buruknya tata kelola pedagang di kawasan sekitar Jalan H.R Soebrantas (DIC) dan Jalan Jenderal Sudirman yang berdampak langsung terhadap tingkat kunjungan masyarakat.
Para pedagang menyebutkan penurunan pendapatan mencapai angka yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi keberlangsungan usaha mereka.
Situasi tersebut membuat banyak pedagang kesulitan menutup biaya operasional harian, termasuk kebutuhan bahan baku dan biaya sewa kios yang harus tetap dibayarkan setiap periode.
Para pedagang menyampaikan harapan agar pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan sewa kios. Selain itu, pedagang juga meminta adanya solusi konkret agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut dapat kembali berjalan normal.
Para pedagang menilai kondisi keamanan dan pengelolaan kawasan kuliner juga perlu mendapat perhatian lebih. Mereka menyebutkan bahwa beberapa fasilitas kios pernah mengalami kerusakan akibat tindakan pencurian yang terjadi pada malam hari sehingga menambah beban kerugian pedagang.
Selain persoalan keamanan, pedagang juga menyoroti kondisi fasilitas yang dinilai belum sepenuhnya mendukung kenyamanan pengunjung. Mereka berharap adanya penataan ulang kawasan agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
Ketua Pedagang Kampung Kuliner Bukit Gelanggang, Fitra Ardiansyah menyampaikan bahwa para pedagang saat ini berada dalam kondisi yang cukup sulit akibat penurunan pendapatan yang drastis.
“Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penurunan harga sewa kios, bahkan bila memungkinkan dapat digratiskan karena saat ini banyak pedagang sudah tidak sanggup lagi membayar biaya sewa,” ujarnya pada awak media (16/2).
Ia juga menambahkan bahwa pedagang tetap berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan kuliner apabila mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
“Kami ingin tetap berjualan dan menghidupkan kawasan kuliner ini, namun kami membutuhkan perhatian serta kebijakan yang meringankan beban pedagang,” katanya.
Fitra Ardiansyah kembali menegaskan harapan pedagang terhadap pemerintah daerah.
“Penurunan omzet yang kami alami sudah mencapai sekitar 80 persen, sehingga kami berharap ada kebijakan yang berpihak kepada pedagang kecil agar usaha ini tetap bisa bertahan dan menjadi salah satu destinasi kuliner bagi masyarakat,” tutupnya.
RSUD dr. Suhatman Kota Dumai Gelar Apel Rutin Bulanan
AURA(DUMAI) - RSUD dr. Suhatman Kota Dumai melaksanakan apel rutin bulanan yang .
Bipartit Gagal FSPMI Kota Dumai Laporkan PT. Tridaya Dimensi Indonesia Ke Dinas Tenaga Kerja
AURA(DUMAI) - Upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara eks pek.
BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib Jum'at dan Pelatihan Bina Mualaf Untuk Masyarakat
AURA(DUMAI) - BAZMA (Baituzzakah Amanah Manfaat Ummat) PT Pertamina Patra Niaga .
SPBU Nomor 16.287.090 Teluk Lecah di Duga Tutup Lebih Awal, Warga Kecewa
AURA(RUPAT) - SPBU Teluk Lecah bernomor 16.287.090 diduga menutup pelayanan lebi.
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
AURA(DUMAI) - Berangkat dari kepedulian terhadap isu bully dan mewujudkan lingku.
Polda Riau Dan Polres Bengkalis Di Minta Selidiki Dugaan Manipulasi Takaran BBM Di SPBU 16.287.090
AURA(RUPAT) - Antrean panjang kembali terjadi di SPBU 16.287.090 dalam beberapa .







