AURANUSANTARA.COM — Penyelenggara menyatakan ajang ini akan membahas isu-isu krusial yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar sektor energi, mulai dari kebijakan dan skema pembiayaan hingga pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT). Dengan melibatkan pemerintah, industri, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, acara ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan konkret yang bisa dieksekusi, bukan sekadar diskursus.
Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Buka Agenda Utama
Hari pertama konferensi akan menjadi momen penting dengan rencana pembukaan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dilanjutkan pidato kunci dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Kehadiran dua pejabat tertinggi ini menegaskan komitmen politik pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi.
Selain pidato kunci, sesi pembukaan juga akan diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menyoroti dua program prioritas nasional: pengembangan kapasitas listrik 100 Gigawatt (GW) dan Program Listrik Desa. Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa proyek ketenagalistrikan, khususnya yang berbasis EBT, masuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional.
Fokus pada Pengembangan 100 GW Energi Surya
Salah satu sesi pleno yang paling dinantikan adalah diskusi mengenai pengembangan 100 GW energi surya. Topik ini krusial mengingat Indonesia memiliki potensi surya yang melimpah namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal. Sesi ini akan mengulas bagaimana teknologi, investasi, dan regulasi bisa berpadu untuk mewujudkan target ambisius tersebut.
Tak hanya soal surya, konferensi juga akan menyoroti peran seluruh jenis EBT dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan regional. Di tengah gejolak geopolitik yang kerap mengganggu rantai pasok energi fosil, penguatan ketahanan energi berbasis sumber daya lokal menjadi keniscayaan.
Pameran Teknologi dan Peluang Investasi Terbuka untuk Publik
Bagi pelaku industri dan masyarakat umum, pameran IndoEBTKE ConEx 2026 akan berlangsung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pameran ini menjadi etalase teknologi terbaru, mulai dari panel surya, sistem penyimpanan energi, hingga solusi efisiensi energi yang siap dipasarkan.
Lebih dari sekadar ajang pameran, event ini diharapkan menjadi katalis untuk membuka peluang investasi baru dan mempercepat implementasi proyek-proyek energi bersih di tanah air. Bagi investor, gelaran ini adalah kesempatan untuk memetakan proyek potensial dan menjalin kemitraan strategis dengan pemain kunci di industri EBT Indonesia.