Pencarian

Review Ferrari F80 2027: Hypercar 1.184 HP yang Menuntut Pengorbanan

Jumat, 28 Agustus 2026 • 07:04:02 WIB
Review Ferrari F80 2027: Hypercar 1.184 HP yang Menuntut Pengorbanan
Ferrari F80 2027 melaju di sirkuit Italia dalam sesi uji coba performa hypercar 1.184 HP.

AURANUSANTARA.COM — Kami berkesempatan menjajal F80 di sirkuit dan jalan umum Italia, dan kesan pertamanya jelas: ini bukan sekadar penerus LaFerrari, melainkan lompatan teknologi yang aneh sekaligus memukau. Ferrari menyebutnya sebagai keturunan spiritual 288 GTO dan LaFerrari, dengan F1-derived hybrid yang bikin angka performanya terdengar seperti mimpi.

Mesin V-6 dan Tiga Motor: 1.184 HP yang Menghantam

Jantungnya adalah mesin twin-turbo 3.0-liter V-6 yang sendirian menghasilkan 888 hp, dipadukan tiga motor listrik. Hasil akhirnya? 1.184 hp total yang disalurkan ke semua roda melalui transmisi kopling ganda 8-percepatan. Dua motor di depan menggerakkan roda depan, menjadikan F80 sebagai hypercar all-wheel drive pertama dari Maranello.

Karakter mesinnya persis F1: putaran mesin hingga 9.000 rpm dengan suara yang memabukkan. Ferrari mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,2 detik, dan kami yakin angka itu konservatif—di trek, tenaganya terasa seperti tak pernah habis. Aston Martin Valhalla yang mengklaim 2,5 detik pun kemungkinan akan kalah dalam tes kami.

Sistem suspensi aktif dengan empat motor 48-volt bekerja luar biasa. Di sirkuit, F80 mencengkeram dengan keyakinan yang menguji iman Anda. Namun di jalan raya Italia yang bergelombang, ia tetap bisa diajak santai—sesuatu yang jarang ditemui pada hypercar segenerasinya.

Kabin 1+1: Kursi Penumpang Hanya Bantalan Busa Hitam

Ferrari sangat jujur soal prioritas. Kursi pengemudi dibalut kulit merah menyala yang mencolok, sementara kursi penumpangnya tidak bisa diatur dan hanya berupa busa hitam yang menempel di monokok serat karbon. Ferrari menyebutnya tata letak 1+, dan di dunia nyata, penumpang Anda akan mendapat pengalaman yang jauh dari mewah.

Ini bukan mobil untuk dua orang. Ini mobil untuk satu orang yang kebetulan punya teman. Desainnya memang sengaja meniru single-seater F1, dan itu terasa dari posisi duduk hingga visibilitas ke depan yang sempit. Untuk urusan bagasi, jangan berharap banyak—ruang kargo hanya muat untuk tas kecil atau helm.

Infotainment: Sengaja Diminimalkan, dan Itu Bukan Masalah

Ferrari justru menghilangkan layar infotainment utama. Semua informasi ditampilkan lewat cluster digital 10 inci di belakang kemudi yang dioperasikan dengan tombol di setir. Layar kecil di konsol tengah hanya untuk kontrol AC. Opsi SMRT menambahkan konektivitas smartphone dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, sementara paket PDIS menambah layar 9 inci untuk penumpang—opsi yang kami sarankan jika Anda ingin penumpang Anda berhenti mengeluh.

Konsumsi BBM: Angka yang Tak Penting

EPA belum merilis angka resmi, dan kami memperkirakan konsumsi di kisaran 12-18 mpg (sekitar 5-7,6 km/liter). Untuk mobil sekelas ini, efisiensi bukan alasan membeli. Yang lebih relevan: sistem hybrid-nya membantu tenaga, bukan menghemat bensin.

Harga dan Ketersediaan: Sudah Ludes, untuk Raja dan Pembalap F1

Harga resminya tidak diumumkan, tapi prediksi kami berada di kisaran Rp 60-80 miliar—itu pun jika Anda kebetulan diundang Ferrari untuk membeli. Semua 799 unit untuk masa produksi 2026-2027 sudah habis dipesan, mayoritas oleh kolektor dan pembalap F1. Jika Anda gagal mendapat jatah, setidaknya Anda hemat beberapa juta dolar dibanding membeli Ferrari 849 Testarossa sebagai pelarian.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan: Performa mesin yang menggetarkan jiwa; grip dan handling kelas sirkuit; desain aerodinamis yang fungsional dan berani; teknologi hybrid F1 yang canggih.
  • Kekurangan: Kabin sangat sempit, kursi penumpang tidak layak; visibilitas buruk untuk harian; infotainment minim fitur; harga selangit dan sudah tak bisa dipesan.

Verdict: Untuk Siapa Mobil Ini?

F80 adalah pencapaian teknis luar biasa yang tidak masuk akal untuk dibeli sebagai mobil harian. Ia cocok untuk kolektor sejati yang menginginkan bagian dari sejarah Ferrari, atau penggemar trek yang butuh senjata paling ekstrem. Namun jika Anda butuh hypercar yang ramah penumpang atau fitur modern, ini bukan pilihannya—F80 adalah pernyataan ego murni dari Maranello, dan justru itu yang membuatnya istimewa.

Sumber: caranddriver.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks