AURA(DUMAI) - Kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa sekolah dasar di Kota Dumai mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dan pemuda. Peristiwa tersebut dinilai perlu mendapat penanganan serius agar keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar terjamin.
Tokoh Pemuda Buluh Kasap yang juga aktivis Kota Dumai, Mhd Alfien Dicky Khasogi, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak hanya memberikan sanksi berupa penghentian sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Mahudun.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG, terutama berkaitan dengan proses pengolahan, kelayakan, hingga pendistribusian makanan kepada para siswa penerima manfaat program MBG.
“Kita perhatikan perkembangan permasalahan keracunan di salah satu SPPG yang ada di Kelurahan Buluh Kasap, adem-adem saja, dan informasinya hanya ditutup sementara. Kalau memang ada kelalaian yang menimbulkan keracunan, jangan hanya ditutup sementara, tetapi harus ditindaklanjuti secara serius,” ujar Mhd Alfien Dicky Khasogi.
Ia menilai apabila ditemukan unsur kelalaian yang memenuhi ketentuan hukum, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai aturan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pengelola SPPG lainnya agar lebih memperhatikan standar keamanan makanan.
“Kelalaian yang menimbulkan keracunan adalah perbuatan melawan hukum. Pemilik yayasannya harus diproses secara hukum, bukan hanya penutupan SPPG sementara. Apakah kita harus menunggu ada kematian dulu baru diproses?,” tegasnya.
Mhd Alfien Dicky Khasogi menambahkan, desakan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan para siswa yang menjadi penerima program MBG. Ia meminta seluruh pihak memastikan makanan yang disalurkan ke sekolah benar-benar aman dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Argumen ini bukan sekadar imbauan. Kalau diproses secara hukum, minimal pengelola lain menjadi jera dan ikut waspada serta memperhatikan betul penyaluran makanan kepada sekolah-sekolah peserta agar benar-benar terjamin aman,” katanya.
Ia juga menegaskan, apabila SPPG tersebut tidak ditutup total dan pihak yang bertanggung jawab tidak diproses sesuai hukum, dirinya akan berkoordinasi dengan pemuda Buluh Kasap untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi ke Polres Dumai.
“Sebagai bentuk ketegasan, apabila SPPG tersebut tidak ditutup total dan pemilik yayasan tidak diproses secara hukum, kita akan mengoordinir pemuda Buluh Kasap untuk melakukan aksi demonstrasi ke Polres Dumai dan meminta pihak yang bertanggung jawab segera diproses sesuai hukum,” pungkasnya.