AURANUSANTARA.COM — Rory McIlroy, pegolf peringkat dua dunia dan tiga kali juara FedEx Cup, menyambut baik perubahan format play-off PGA Tour yang akan menggunakan sistem matchplay mulai 2028. Kompetisi ini nantinya berlangsung selama dua pekan di dua lapangan berbeda, sebuah perubahan signifikan dari format strokeplay yang dipakai selama ini.
Kepala Eksekutif PGA Tour, Brian Rolapp, mengonfirmasi perubahan ini pada Kamis (pekan ini). Format baru tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi besar kompetisi PGA Tour yang juga mencakup pembentukan seri Championship dan Challenger dengan sistem promosi-degradasi.
McIlroy: "Mereka Mengambil Langkah Berani"
McIlroy mengaku baru mengetahui detail rencana tersebut pekan lalu saat Rolapp memaparkannya secara langsung. Ia menilai keputusan ini menunjukkan PGA Tour benar-benar mendengarkan apa yang diinginkan penggemar.
"Saya pikir PGA Tour, Komite Kompetisi Masa Depan, Brian, dan semua pihak yang terlibat benar-benar menampung apa yang selama ini diminta penggemar, yaitu matchplay," ujar pegolf asal Irlandia Utara berusia 37 tahun itu.
"Dua pekan, dua venue berbeda, tapi ini keren. Saya pikir mereka mengambil langkah berani, dan secara konsep, saya sangat menyukainya," tambahnya.
Format Baru Jawaban atas Kritik Keterlibatan Penggemar
Sejak diperkenalkan dua dekade lalu, format play-off FedEx Cup telah mengalami berbagai perubahan. Saat ini, seri tersebut terdiri dari tiga turnamen strokeplay yang diikuti 70 pegolf teratas dari klasemen poin musim berjalan.
Turnamen final pekan ini di East Lake, Atlanta, menyediakan hadiah total 40 juta dolar AS (sekitar Rp 635 miliar). Meski menguntungkan secara finansial bagi para pemain, format ini kerap mendapat pertanyaan soal rendahnya keterlibatan penggemar.
McIlroy mengakui bahwa sistem lama memang menguntungkan pemain secara materi, tetapi perubahan ini menunjukkan pergeseran prioritas PGA Tour. "Para pemain telah diberi imbalan yang besar. Namun yang coba dilakukan PGA Tour sekarang adalah mendengarkan penggemar, dan ide matchplay selama dua pekan ini datang dari apa yang diinginkan penonton golf," katanya.
Dampak pada DP World Tour dan Jadwal Padat
Perubahan ini juga berdampak pada kalender golf global. Dengan musim reguler PGA Tour yang akan berjalan dari Februari hingga Agustus, McIlroy berharap lebih banyak pegolf top yang mengikuti jejaknya untuk bermain di DP World Tour.
"Jika PGA Tour bermain dari Februari sampai Agustus, DP World Tour punya lima bulan di mana mereka bisa menonjolkan golf internasional dengan bantuan PGA Tour," jelas peraih enam gelar mayor ini.
"Saya pikir jika DP World Tour bisa melakukan hal serupa, menggelar semua turnamen terbaik di jendela lima bulan itu, itu akan memungkinkan para pemain mengambil keanggotaan dan punya sesuatu yang diperebutkan di akhir musim," pungkasnya.