Pencarian

Xiaomi Produksi 1.000 Mobil Listrik per Hari, 400 Ribu Unit Setahun

Rabu, 23 September 2026 • 06:22:01 WIB
Xiaomi Produksi 1.000 Mobil Listrik per Hari, 400 Ribu Unit Setahun
Pabrik Xiaomi di Beijing memproduksi 1.000 mobil listrik per hari dengan mayoritas proses dikerjakan robot.

AURANUSANTARA.COM — Xiaomi memproduksi 1.000 mobil listrik per hari di pabriknya di Beijing, dengan mayoritas proses dikerjakan robot. Sepanjang setahun, pabrik ini menghasilkan sekitar 400 ribu kendaraan listrik dari tiga model yang dipasarkan. Perusahaan menggelontorkan 105,5 miliar yuan untuk riset dan pengembangan sejak 2021 hingga 2025.

Pabrik Xiaomi di kawasan seluas puluhan hektar itu menjadi gambaran bagaimana manufaktur China bergeser ke otomasi penuh. Hanya segelintir pekerja terlihat di lantai produksi. Balok-balok aluminium diproses menjadi chasis mobil dalam hitungan menit, lalu masuk ke tahap pengecatan yang juga dilakukan mesin.

Perusahaan yang didirikan pada 2010 ini awalnya hanya memproduksi smartphone. Kini lini bisnisnya melebar ke kendaraan listrik berbasis teknologi. Produksi mobil listrik dimulai pada 2021.

Riset dan Pengembangan Rp 284 Triliun dalam Empat Tahun

Sejak 2021 hingga 2025, Xiaomi menggelontorkan 105,5 miliar yuan atau setara Rp 284 triliun untuk riset dan pengembangan. Belanja itu menghasilkan 45.000 hak paten dunia.

Omzet perusahaan melesat tajam. Pada 2017, pendapatan Xiaomi tercatat 100 miliar yuan atau sekitar Rp 270 triliun. Pada 2025, angkanya naik menjadi 457,3 miliar yuan atau sekitar Rp 1.000 triliun lebih.

Hingga 2030, Xiaomi berencana menggelontorkan 200 miliar yuan atau sekitar Rp 540 triliun untuk riset dan pengembangan. Saat ini perusahaan sedang menguji coba penggunaan robot manusia (humanoid robot) untuk lini produksi mobil listriknya.

Universitas Agrikultur China Kembangkan Perikanan Digital

Selain manufaktur, otomasi menyentuh sektor perikanan. Universitas Agrikultur China memiliki pusat inovasi digital untuk perikanan nasional. Mahasiswa dan dosen di kampus ini mengembangkan teknologi budidaya yang sepenuhnya digital.

Salah satu yang diperlihatkan adalah budidaya ikan sturgeon, sumber caviar bernilai tinggi. Kampus ini juga membudidayakan salmon, trout, dan kerapu. Semua ikan tersebut difokuskan sebagai komoditas ekspor, dengan sentra budidaya di Guangdong, Shandong, dan Fujian.

Teknologi digital membuat operasional perikanan lebih murah karena lebih efisien dan mengurangi jumlah pekerja. Pemantauan perkembangan ikan, pemberian makan, pergantian air, hingga pengolahan kotoran dilakukan oleh sistem otomatis.

Produktivitas Naik 80-90 Persen

Seorang staf di pusat inovasi tersebut mengatakan, penerapan teknologi ini menaikkan produktivitas perikanan China rata-rata 80-90 persen. Pada budidaya tradisional, satu meter kubik air hanya bisa memelihara 2 kilogram ikan. Lewat sistem digital, satu meter kubik air bisa memelihara minimal 70-80 kilogram ikan.

Mereka juga membangun sistem pemantauan budidaya hingga ke tengah laut dengan teknologi drone dan AI. Ada ratusan jenis ikan yang dibudidayakan dengan sistem ini.

Melalui penerapan sistem digital tersebut, China memiliki target satu orang pembudidaya bisa memelihara 1 ton ikan sendiri.

Kota Administratif Baru di Pinggir Beijing

Pergeseran lain terlihat dari pembangunan Beijing Municipal Administrative Center. Proyek seluas lebih dari 100 kilometer persegi ini dibangun untuk memindahkan pusat pemerintahan kota Beijing dari lokasi lama di tengah kota yang sudah sangat padat.

Sejumlah bangunan besar berdiri di kota baru, mulai dari perkantoran pemerintahan Kota Beijing, gedung kantor swasta, gedung pemukiman, stasiun kereta cepat yang terhubung langsung dengan dua bandara besar, hingga perpustakaan umum yang luas.

Pada jam-jam sibuk, kemacetan memang tak terhindarkan di Beijing. Transportasi umum massal seperti kereta sudah tersedia di ibu kota China tersebut, namun kepadatan penduduk membuat pemerintah kota memilih membangun pusat administrasi baru.

Kunjungan ke Beijing dan Shanghai selama tujuh hari memperlihatkan bagaimana teknologi dan industri China bergerak cepat, sejalan dengan posisinya sebagai kekuatan ekonomi dunia saat ini.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks