Darth Vader Hadiri Rapat Dewan Kota San Diego untuk Dukung Kamera Pemantau Flock: "Teknologi Ini Membantu Kami Menemukan Pemberontak di Hoth"
Kehadiran tokoh ikonik Star Wars itu bukanlah bagian dari promosi film, melainkan bentuk dukungan terhadap kebijakan pengawasan berbasis AI yang tengah diperdebatkan. Dalam pernyataannya yang penuh gaya khas Sith, "Darth Vader" menyebut Kaisar adalah penggemar Flock dan mendorong penggunaan teknologinya untuk mengawasi pergerakan "rebel scum" dari taman bermain hingga pusat kebugaran.
Kutipan tersebut, meski dibalut humor, menyentuh isu serius: kemampuan kamera Flock yang disebut tidak hanya membaca plat nomor, tetapi juga melacak pergerakan individu. "Mereka mengikuti anak-anak di taman dan gym, dan saya butuh ini untuk menguntit mantan pacar saya," ujar pria berjubah hitam itu, menyindir potensi penyalahgunaan data.
Kekhawatiran di Balik Retorika Sith
Aksi ini terjadi di tengah kritik tajam terhadap kesepakatan San Diego Police dengan Flock awal tahun ini. Kesepakatan itu memungkinkan platform Flock Nova mengintegrasikan data penyelidikan dari pembaca plat nomor, rekaman video, panggilan 911, dan catatan polisi—tanpa melalui proses pengawasan publik yang semestinya.
Kelompok pegiat privasi menilai integrasi data ini berbahaya. Sebuah kebocoran internal mengungkapkan bahwa Flock Nova memungkinkan polisi melacak pergerakan warga dengan menghubungkan data plat nomor dengan informasi dari data broker dan sumber lainnya. Rekaman internal perusahaan yang diperoleh 404 Media bahkan menyebut fitur ini sebagai "penghubung yang sangat kuat" antara data plat nomor dan identitas seseorang.
Kekuatan Data yang Lebih Nyata daripada Force
Kemampuan Flock untuk menghubungkan titik data memang mengesankan, namun yang menjadi pertanyaan adalah etika di baliknya. Ketika seorang tokoh fiksi pun bisa tampil untuk mendukung kebijakan kontroversial, hal itu menunjukkan betapa publiknya perdebatan ini. "Kekuatan" yang ditawarkan Flock mungkin tidak sehebat Force, tapi dampaknya terhadap privasi warga sangat nyata.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dewan kota menanggapi dukungan teatrikal ini. Akankah mereka mempertimbangkan kekhawatiran publik, atau justru terpengaruh oleh popularitas pop culture? Yang jelas, keputusan yang diambil akan menjadi preseden penting bagi pengawasan teknologi di kota-kota besar Amerika Serikat.