Pencarian

BRI Bukukan Laba Bersih Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Tumbuh 17,5%

Rabu, 02 September 2026 • 11:17:31 WIB
BRI Bukukan Laba Bersih Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Tumbuh 17,5%
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan paparan kinerja keuangan perusahaan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).

AURANUSANTARA.COM — Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat. Hal itu tecermin dari penyaluran kredit yang tumbuh 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun. Sementara total aset emiten perbankan pelat merah ini mencapai Rp2.352 triliun atau naik 11,7% yoy.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, transformasi yang dijalankan sejak manajemen baru hadir mulai menunjukkan hasil positif. "Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8).

Empat Indikator Utama yang Membaik di Semester I 2026

Kinerja solid BRI tidak hanya terlihat dari laba. Sejumlah pos keuangan utama juga tumbuh dengan laju yang berbeda-beda:

  • Total aset: Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% yoy
  • Penyaluran kredit: Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2% yoy
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7% yoy
  • Rasio CASA: terus meningkat seiring penguatan pendanaan murah

Perusahaan juga mencatat perbaikan efisiensi dan kualitas aset. Cost of Fund (CoF) secara bank only tercatat menurun, meski bahan rilis tidak menyebutkan angka persisnya. Hery menambahkan, pertumbuhan yang berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari besarnya laba, tetapi kualitas pertumbuhan itu sendiri.

BRIVolution Reignite: Dua Agenda Besar yang Berjalan Simultan

Melalui transformasi tersebut, BRI mengejar dua hal sekaligus. Pertama, memperkuat pendanaan dan memperbaiki bisnis inti. Kedua, membangun sumber pertumbuhan baru. Dari sisi pendanaan, perseroan fokus memperbesar basis dana murah dan transaksional lewat pendekatan ekosistem.

Strategi itu dijalankan dengan memaksimalkan digital channel. Mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, hingga peran BRILink Agen. BRI juga memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan layanan One BRI Solution.

Pada bisnis inti, BRI melakukan revamp segmen mikro sebagai kekuatan utama. Perusahaan juga menyempurnakan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas. Sumber pertumbuhan baru antara lain mencakup perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Sinergi dengan Program Pemerintah dan Prospek ke Depan

BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi. Peran tersebut dijalankan antara lain melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), FLPP, dan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Perseroan juga menyalurkan berbagai bantuan sosial seperti PKH, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Hery menegaskan, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. "Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang," tuturnya.

Dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang makin jelas, BRI optimistis melanjutkan momentum positif. Penguatan ini sekaligus memberi ruang bagi perseroan menjalankan perannya menggerakkan perekonomian nasional, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Adapun jajaran direksi yang hadir dalam konferensi pers itu meliputi Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy Achmad Royadi, Direktur Network & Retail Funding Aquarius Rudianto, dan Direktur Manajemen Risiko Ety Yuniarti.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks