• Ahad, 15 Maret 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Daerah
  • Dumai

Mengenal Kekerasan Berbasis Gender

Administrator

Selasa, 23 Maret 2021 18:32:12 WIB
Cetak
Mengenal Kekerasan Berbasis Gender

Ilustrasi

Kekerasan berbasis gender adalah kekerasaan yang di tunjukan pada seorang perempuan karena dia perempuan atau kekerasan yang mempengaruhi seseorang perempuan secara proposional.

JAKARTA (ANC) - Kekerasan berbasis gender adalah kekerasaan yang di tunjukan pada seorang perempuan karena dia perempuan atau kekerasan yang mempengaruhi seseorang perempuan secara proposional. Hal ini termasuk kerusakan atau penderitaan fisik, mental atau seksual, tindakan intimidasi, pemaksaan, dan perampasan kebebasan (Cedaw, 1992).

Pada dasarnya kekerasan dapat menimpa siapa saja dan di mana saja. Baik laki – laki, perempuan ataupun anak – anak. Namun pada umumnya kekerasan ini terjadi pada anak – anak terutama kepada perempuan. Kekerasan berbasis gender merupakan bagian fenomena sosial yang kian hari makin marak terjadi di kalangan masyarakat. Bahkan kekerasan berbasis gender, semakin meningkat, baik jumlah, bentuk dan modus operasinya yang semakin beragam. Perkosaan, pelecehan seksual, perdagangan perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, pornografi, eksploitasi terhadap pekerja migran, dan penelantaran, tampaknya akan terus ditemui dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkup domestik (rumah tangga) maupun publik.

Kekerasan berbasis gender adalah kekerasan yang terjadi karena keyakinan gender bahwa kedudukan kaum perempuan lebih rendah dibandingkan dari kaum laki – laki. Sudut pandang seperti ini yang menyebabkan kekerasan berbasis gender marak terjadi. Seolah kaum laki-laki meresa lebih kuat sehingga kerap kali menjadikan perempuan hanya sebagai alat pemenuhan kebutuhan.

Lantaran hal ini korban kekerasan berbasis gender dapat mengalami penderitaan berkepanjangan secara fisik maupun non fisik (mental). Efek yang diakibatkan yaitu trauma sehingga perempuan cenderung sering tidak merasa percaya diri dan lebih menutup diri untuk show up. Terlebih perempuan yang sering di lecehkan terkadang merasa malu sehingga banyak dari mereka yang bungkam ketika mereka mengalami kasus kekerasan berbasis gender ini.

Meskipun isu kekerasan terhadap perempuan telah terkuak sebagai masalah sosial yang tergolong serius, namun masih kurang mendapat respon yang memadai, karena secara mendasar kekerasan terhadap perempuan dipahami hanya sebatas kekerasan domestik atau bersifat personal. Artinya apabila seseorang perempuan menjadi korban sasaran tindak kekerasan, maka langsung dikaitkan dengan kepribadian korban. Maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa adanya kekerasan berbasis gender disebabkan oleh perbuatan korban yang kadang mengundang kekerasan berbasis gender itu berlangsung. Maka dari itu sering kasus kekerasan berbasis gender dianggap sebelah mata oleh sebagian orang.

Sebagai sesama manusia sudah sepatutnya mendapatkan hak yang sama dalam berbagai hal. Apabila salah satu penyebab kekerasan berbasis gender terhadap perempuan kebanyakan langsung di kaitkan dengan kehidupan personal mereka. Seperti cara berpakaian, bergaul dan berbagai alasan lainya. seharusnya dalam hal ini perempuan juga mendapat kebebasan dalam memilih pakaian mereka dan pergaulan mereka. Dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa seorang yang melakukan perbuatan kekerasan berbasis gender seperti ini seolah mereka sedang tidak melakukan kesalahan.

Pola pikir seperti itu juga yang membuat sebagian perempuan malu untuk menyuarakan keadilan padahal mereka tahu bahwa mereka sebenarnya merupakan korban. Banyak perempuan di antara kita yang memilih diam karena mereka malu. Dan akhirnya banyak pula di antara mereka yang merasa depresi, tidak lagi percaya diri dan mengalami trauma mental. Hal lain yang mengejutkan yaitu mengenai hukum di Indonesia yang kurang melindungi perempuan yang dilacurkan adalah bahwa hukum kita agaknya tidak dibuat dengan empati dan rasa adil. Keadilan yang tidak dimulai sejak dalam pikiran tersebut menyebabkan kita lupa bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang memiliki hak untuk diperlakukan setara dengan manusia lainnya.

Dewasa ini kekerasan berbasis gender juga kian beragam. Di antaranya kekerasan gender berkedok pelecehan seksual fisik maupun verbal. Yang kian marak saat ini adalah pelecehan seksual verbal. Dan hal ini sering terjadi pada perempuan. Mungkin beberapa orang belum mengetahui bentuk pasti bagaimana pelecehan sexual berbentuk verbal seperti ini. sering kali kita menjumpai seorang laki laki yang bersiul ketika melihat perempuan, atau bahkan menggoda. Walaupun tidak menyentuh secara langsung namun hal ini juga di kategorikan sebagai pelecehan sexual secara verbal. Dalam hal ini seorang pelaku sering kali tidak sadar karena mungkin bagi mereka – mereka tidak berbuat hal bersifat fatal sampai bermain ke ranah fisik. Namun tetap pelecehan sexual bentuk verbal ini sangat mengganggu perempuan. Berbagai pelecehan verbal memang suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh wanita. Tapi mereka dapat menjaga dirinya untuk terhindar dari hal tersebut. Dan bagi pelaku haruslah dapat menjaga lisan serta hawa nafsunya agar kejadian tersebut tidak terjadi.

Kekerasan berbasis gender dapat terjadi di mana saja dan bahkan kepada siapa saja. Namun yang memiliki resiko tertinggi adalah tetap saja perempuan. Namun bukan berati laki – laki tidak akan bisa menjadi korban kekerasan berbasis gender. Hal ini bisa saja terjadi pada siapa pun, bahkan terjadi pada anak – anak pula. Maka dari itu perlu adanya kerja sama berbagai pihak, baik perempuan yang sering menjadi korban dan laki – laki dan penegak hukum agar hal semacam ini tidak mudah terjadi kepada siapa pun.


Sumber : SPNnews /  Editor : Alvin khasogi

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:22:38 WIB

Foto : IIustrasiAURA(DUMAI) - Kasus kecelakaan kerja yang terjadi .

Daerah

LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan

Sabtu, 07 Maret 2026 - 20:46:55 WIB

AURA(DUMAI) - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Lingkar Pemuda Pemu.

Daerah

Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT

Jumat, 06 Maret 2026 - 18:44:39 WIB

AURA(DUMAI) - Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri Kota Dumai se.

Daerah

Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:40:25 WIB

AURA(DUMAI) - Tim Fire Brigade PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai atau.

Daerah

Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:01:02 WIB

AURA(DUMAI) - Dinamika hubungan antara warga terdampak bufferzone di Kelurahan J.

Daerah

SB Tekal Gelar Buka Bersama Perkuat Konsolidasi Organisasi

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:35:00 WIB

AURA(DUMAI) - Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan pengurus Serikat Buruh T.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai
13 Maret 2026
LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan
07 Maret 2026
Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT
06 Maret 2026
Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga
26 Februari 2026
Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone
25 Februari 2026
SB Tekal Gelar Buka Bersama Perkuat Konsolidasi Organisasi
24 Februari 2026
Sejumlah Pedagang Di Kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang Keluhkan Penurunan Omset Signifikan
16 Februari 2026
Mendapat Dukungan Masyarakat Dan Memiliki Izin Resmi Dari Pemerintah Lapo Pariban Komitmen Terhadap Aturan
14 Februari 2026
Anak Korban Kecelakaan Lalin Komplek Perumahan Bukit Datuk Tunjuk Hotland Sianturi Sebagai Kuasa Hukum
12 Februari 2026
Mesin Insinerator Instalasi Limbah RSUD Kota Dumai Dilaporkan Meledak, 2 Pekerja Alami Luka Lepuh
11 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai
  • 2 LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan
  • 3 Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT
  • 4 Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga
  • 5 Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone
  • 6 SB Tekal Gelar Buka Bersama Perkuat Konsolidasi Organisasi
  • 7 Sejumlah Pedagang Di Kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang Keluhkan Penurunan Omset Signifikan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved