• Rabu, 29 April 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Daerah
  • Dumai

Mengenal Kekerasan Berbasis Gender

Administrator

Selasa, 23 Maret 2021 18:32:12 WIB
Cetak
Mengenal Kekerasan Berbasis Gender

Ilustrasi

Kekerasan berbasis gender adalah kekerasaan yang di tunjukan pada seorang perempuan karena dia perempuan atau kekerasan yang mempengaruhi seseorang perempuan secara proposional.

JAKARTA (ANC) - Kekerasan berbasis gender adalah kekerasaan yang di tunjukan pada seorang perempuan karena dia perempuan atau kekerasan yang mempengaruhi seseorang perempuan secara proposional. Hal ini termasuk kerusakan atau penderitaan fisik, mental atau seksual, tindakan intimidasi, pemaksaan, dan perampasan kebebasan (Cedaw, 1992).

Pada dasarnya kekerasan dapat menimpa siapa saja dan di mana saja. Baik laki – laki, perempuan ataupun anak – anak. Namun pada umumnya kekerasan ini terjadi pada anak – anak terutama kepada perempuan. Kekerasan berbasis gender merupakan bagian fenomena sosial yang kian hari makin marak terjadi di kalangan masyarakat. Bahkan kekerasan berbasis gender, semakin meningkat, baik jumlah, bentuk dan modus operasinya yang semakin beragam. Perkosaan, pelecehan seksual, perdagangan perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, pornografi, eksploitasi terhadap pekerja migran, dan penelantaran, tampaknya akan terus ditemui dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkup domestik (rumah tangga) maupun publik.

Kekerasan berbasis gender adalah kekerasan yang terjadi karena keyakinan gender bahwa kedudukan kaum perempuan lebih rendah dibandingkan dari kaum laki – laki. Sudut pandang seperti ini yang menyebabkan kekerasan berbasis gender marak terjadi. Seolah kaum laki-laki meresa lebih kuat sehingga kerap kali menjadikan perempuan hanya sebagai alat pemenuhan kebutuhan.

Lantaran hal ini korban kekerasan berbasis gender dapat mengalami penderitaan berkepanjangan secara fisik maupun non fisik (mental). Efek yang diakibatkan yaitu trauma sehingga perempuan cenderung sering tidak merasa percaya diri dan lebih menutup diri untuk show up. Terlebih perempuan yang sering di lecehkan terkadang merasa malu sehingga banyak dari mereka yang bungkam ketika mereka mengalami kasus kekerasan berbasis gender ini.

Meskipun isu kekerasan terhadap perempuan telah terkuak sebagai masalah sosial yang tergolong serius, namun masih kurang mendapat respon yang memadai, karena secara mendasar kekerasan terhadap perempuan dipahami hanya sebatas kekerasan domestik atau bersifat personal. Artinya apabila seseorang perempuan menjadi korban sasaran tindak kekerasan, maka langsung dikaitkan dengan kepribadian korban. Maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa adanya kekerasan berbasis gender disebabkan oleh perbuatan korban yang kadang mengundang kekerasan berbasis gender itu berlangsung. Maka dari itu sering kasus kekerasan berbasis gender dianggap sebelah mata oleh sebagian orang.

Sebagai sesama manusia sudah sepatutnya mendapatkan hak yang sama dalam berbagai hal. Apabila salah satu penyebab kekerasan berbasis gender terhadap perempuan kebanyakan langsung di kaitkan dengan kehidupan personal mereka. Seperti cara berpakaian, bergaul dan berbagai alasan lainya. seharusnya dalam hal ini perempuan juga mendapat kebebasan dalam memilih pakaian mereka dan pergaulan mereka. Dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa seorang yang melakukan perbuatan kekerasan berbasis gender seperti ini seolah mereka sedang tidak melakukan kesalahan.

Pola pikir seperti itu juga yang membuat sebagian perempuan malu untuk menyuarakan keadilan padahal mereka tahu bahwa mereka sebenarnya merupakan korban. Banyak perempuan di antara kita yang memilih diam karena mereka malu. Dan akhirnya banyak pula di antara mereka yang merasa depresi, tidak lagi percaya diri dan mengalami trauma mental. Hal lain yang mengejutkan yaitu mengenai hukum di Indonesia yang kurang melindungi perempuan yang dilacurkan adalah bahwa hukum kita agaknya tidak dibuat dengan empati dan rasa adil. Keadilan yang tidak dimulai sejak dalam pikiran tersebut menyebabkan kita lupa bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang memiliki hak untuk diperlakukan setara dengan manusia lainnya.

Dewasa ini kekerasan berbasis gender juga kian beragam. Di antaranya kekerasan gender berkedok pelecehan seksual fisik maupun verbal. Yang kian marak saat ini adalah pelecehan seksual verbal. Dan hal ini sering terjadi pada perempuan. Mungkin beberapa orang belum mengetahui bentuk pasti bagaimana pelecehan sexual berbentuk verbal seperti ini. sering kali kita menjumpai seorang laki laki yang bersiul ketika melihat perempuan, atau bahkan menggoda. Walaupun tidak menyentuh secara langsung namun hal ini juga di kategorikan sebagai pelecehan sexual secara verbal. Dalam hal ini seorang pelaku sering kali tidak sadar karena mungkin bagi mereka – mereka tidak berbuat hal bersifat fatal sampai bermain ke ranah fisik. Namun tetap pelecehan sexual bentuk verbal ini sangat mengganggu perempuan. Berbagai pelecehan verbal memang suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh wanita. Tapi mereka dapat menjaga dirinya untuk terhindar dari hal tersebut. Dan bagi pelaku haruslah dapat menjaga lisan serta hawa nafsunya agar kejadian tersebut tidak terjadi.

Kekerasan berbasis gender dapat terjadi di mana saja dan bahkan kepada siapa saja. Namun yang memiliki resiko tertinggi adalah tetap saja perempuan. Namun bukan berati laki – laki tidak akan bisa menjadi korban kekerasan berbasis gender. Hal ini bisa saja terjadi pada siapa pun, bahkan terjadi pada anak – anak pula. Maka dari itu perlu adanya kerja sama berbagai pihak, baik perempuan yang sering menjadi korban dan laki – laki dan penegak hukum agar hal semacam ini tidak mudah terjadi kepada siapa pun.


Sumber : SPNnews /  Editor : Alvin khasogi

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP

Selasa, 28 April 2026 - 20:36:38 WIB

AURA(DUMAI) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dum.

Daerah

Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau

Selasa, 28 April 2026 - 19:30:30 WIB

AURA(DUMAI) - Babak baru kasus kecelakaan kerja serius yang menimpa PA (inisial).

Daerah

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah

Senin, 27 April 2026 - 20:51:46 WIB

AURA(DUMAI) - Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pert.

Daerah

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai

Ahad, 26 April 2026 - 23:35:19 WIB

AURA(DUMAI) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dum.

Daerah

Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara

Ahad, 26 April 2026 - 12:09:38 WIB

AURA(RUPAT UTARA) - Tim dosen Jurusan Sosiologi Universitas Riau melaksanakan ke.

Daerah

Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Rabu, 22 April 2026 - 19:05:50 WIB

AURA(DUMAI) - PT Pertamina Patra Niaga Niaga Refinery Unit Dumai Produksi Sungai.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
28 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
26 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang
21 April 2026
Komut PT. PPN Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai, Tekankan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
20 April 2026
Sengketa Lahan Sawit 500 Ha Di Rohil, Ahli Waris Mengadu Ke Mabes Polri Dan DPR RI, Dugaan Keterlibatan Oknum APH Menguat
19 April 2026
Realisasi CSR PT. PPN RU II Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga Jaya Mukti
18 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
  • 2 Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
  • 3 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
  • 4 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
  • 5 Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
  • 6 Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
  • 7 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved