• Rabu, 29 Juli 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Nasional

KSPI Ungkap Ancaman Ledakan PHK: Perusahaan-Serikat Buruh Sudah Berunding

Administrator

Kamis, 15 Juli 2021 18:00:33 WIB
Cetak
KSPI Ungkap Ancaman Ledakan PHK: Perusahaan-Serikat Buruh Sudah Berunding

Foto : Presiden KSPI (Said Iqbal) 

JAKARTA (ANC) - Presiden KSPI Said Iqbal mengungkap saat ini perusahaan dan serikat buruh telah berunding terkait ancaman PHK di masa PPKM darurat. Said Iqbal mengatakan hal itu karena arus kas di perusahaan tersebut telah berdarah-darah.
"Karena arus kasnya terganggu, sekarang dimulai dari seminggu yang lalu kami mendapatkan informasi hampir mayoritas anggota KSPI di industri-industri yang saya sebut capital intensif otomotif, komponen otomotif, elektronik, komponen elektronik, pertambangan, multinational company di industri tekstil, garmen, sepatu sudah meminta diskusi dengan serikat pekerja atau perwakilan pekerja untuk melakukan efisiensi pengurangan karyawan," kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Ia mengungkap memang hanya ada beberapa perusahaan yang telah ada keputusan untuk melakukan efisiensi dan berunding dengan serikat kerja dan manajemen. KSPI mengaku mendapat informasi perusahaan di sektor industri komponen otomotif terancam adanya efisiensi pegawai.

"Yang saya terima laporan, yang kami terima laporan adalah di industri yang sudah selesai akhirnya terjadi efisiensi pengurangan karyawan di tengah PPKM darurat ini di industri komponen otomotif, sebagian di industri peleburan besi atau baja, sebagian lagi di industri keramik. Yang dirumahkan dan dipotong gajinya, tergantung kemampuan arus kas perusahaan," katanya.

Ia memaparkan beberapa industri yang terdampak langsung sudah terjadi PHK saat sebelum diberlakukannya PPKM darurat seperti di sektor jasa, perdagangan, transportasi, retail, contohnya perusahaan retail Giant. Said Iqbal menyebut, meskipun Menko Marves Luhut Pandjaitan telah meminta pengusaha tidak melakukan PHK, pengusaha tidak mengindahkan imbauan tersebut karena ada arus kas di perusahaannya sudah berdarah-darah.

"Industri retail ini kepukul, pasti kepukul dengan PPKM darurat itu sudah PHK. Transportasi dan logistik yang menjadi anggota KSPI itu sudah PHK. Jadi, kalau Pak Menteri Investasi dan Maritim mengatakan jangan ada PHK, nggak didengar oleh pengusaha. Mereka hanya mendengar arus kas mereka, nggak mungkin mereka kemudian mempertahankan arus kas perusahaan yang berdarah-darah, nggak ada output produksi, diliburkan, sudah diliburkan tetap bayar upahnya. Kemudian mereka nggak di-PHK nggak mungkin, itu sudah PHK. Terlambat omongnya, terutama di sektor transportasi, logistik, hotel, bahkan mal, itu proses PHK. Ada beberapa yang menjadi anggota KSPI itu sudah PHK," ungkapnya.

Lebih lanjut, apabila terjadi perpanjangan PPKM darurat, Said Iqbal mengatakan bisa saja terjadi ledakan PHK. Sebab, beberapa industri yang terdampak COVID-19 telah melakukan pengurangan upah atau merumahkan pegawai, seperti industri otomotif, industri komponen elektronik, industri elektronik, industri farmasi, industri kesehatan yang bukan obat-obatan COVID-19, industri tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman.

"Kita bisa bayangkan situasi yang kelima akan terjadi ledakan PHK di depan mata bila PPKM akan diperpanjang lagi 6 pekan ke depan, 1,5 bulan. Sebagaimana diinfokan di media, Ibu Sri Mulyani, pasti ledakan PHK, karyawan kontraknya sudah di-PHK," ujarnya.

Said Iqbal mengaku menyampaikan beberapa temuan di lapangan bukan berarti ingin berbeda dengan pemerintah. Namun ia mengungkap sudah ada perundingan antara serikat buruh dan pengusaha terkait pengurangan karyawan.

"Makanya kita menyampaikan ini bukan ingin bertentangan dengan pemerintah atau berbeda pendapat dengan pemerintah sebagaimana yang disampaikan Menko Maritim. Fakta di lapangan, mereka mengatakan akan PHK, orang sudah berunding kok dengan serikat buruh, seberapa besar PHK itu sedang dirundingkan, di beberapa sektor komponen elektronik dan otomotif kan sudah," ujar Said Iqbal.

"Jadi yang kelima ini akan terjadi ledakan PHK seberapa banyak dan seberapa cepat ekonomi akan pulih dan seberapa cepat pengendalian COVID-19 oleh pemerintah bisa menjadi lebih stabil dan normal. Kalau ekonomi tetap krisis, minus pertumbuhan ekonomi, pandemi tetap tinggi, sekarang ledakan klaster itu di buruh dan keluarganya. Kalau isolasi mandiri tidak ada penanganan terpadu dari tim PPKM darurat dan pendekatan pada perusahaan tidak bisa imbauan-imbauan, tidak terpadu, KSPI memprediksi ratusan ribu orang di-PHK," paparnya.

Ia mencontohkan, misalnya perusahaan otomotif di daerah Bodetabek memiliki 1.500-2.000 karyawan, melakukan pengurangan karyawan 500 orang di satu perusahaan. Maka jika ada 500 perusahaan, akan ada 250 ribu orang diperkirakan di-PHK. Said Iqbal berharap mudah-mudahan prediksi ancaman PHK itu salah.

"Itu yang kelima akan terjadi ledakan PHK prediksi mudah-mudahan salah. Prediksi KSPI, kalau tetap dilanjutkan PPKM 6 pekan ke depan, ratusan ribu buruh di sektor manufaktur bukan lagi di sektor jasa perdagangan-pariwisata dan hotel, tapi sektor manufaktur," ujarnya.

"Kalau sektor manufaktur yang kepukul, otomatis PDB akan turun pendapatan negara yang akan turun karena penyumbang PDB yang besar industri pengolahan, mari kita cek lagi. Kalau PDB turun, ya pasti pertumbuhan ekonomi akan ambruk. Kalau pertumbuhan ekonomi ambruk, seberapa kuat APBN dan APBD yang bisa dialokasikan untuk kesehatan mengatasi pandemi," tuturnya.


Sumber : Detiknews /  Editor : Alvin khasogi

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

PT Astra International Ajak Generasi Muda NTB Ciptakan Dampak Nyata Lewat SATU Indonesia Awards

Senin, 13 Juli 2026 - 08:10:28 WIB

MATARAM — Rangkaian Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 resmi ditutup di Kot.

Nasional

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih 3 Penghargaan Di Ajang IDEAS 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:00:56 WIB

AURA(JAKARTA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina D.

Nasional

Komitmen Sosial Astra, United Tractors dan BNPB Latih Kader Kampung Tangguh Bencana

Kamis, 09 Juli 2026 - 10:49:00 WIB

Surabaya – Sebagai bagian dari komitmen Grup Astra dalam mendukung pembangunan.

Nasional

Pernyataan Sikap FSPMI Terhadap Permenaker No. 7 Tahun 2026 Tentang Alih Daya

Rabu, 06 Mei 2026 - 10:05:35 WIB

AURA(JAKARTA) - Presiden FSPMI, Suparno SH., menyampaikan sejumlah catatan kriti.

Nasional

Sidang Ke-2 Gugatan Perdata Terhadap FSPMI, Kuasa Hukum Soroti Keadilan dan Dugaan Intervensi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:09:59 WIB

AURA(JAKARTA) - Persidangan perkara gugatan perdata Nomor 155/PDT.G/2026/PN JKT..

Nasional

Munas SPPK FSPMI Tahun 2026,Ketua DPW FSPMI Riau Satria Putra Kembali Terpilih

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42:45 WIB

AURA(JAKARTA) - Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
RSUD dr. Suhatman Kota Dumai Gelar Apel Rutin Bulanan
28 Juli 2026
Bipartit Gagal FSPMI Kota Dumai Laporkan PT. Tridaya Dimensi Indonesia Ke Dinas Tenaga Kerja
28 Juli 2026
BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib Jum'at dan Pelatihan Bina Mualaf Untuk Masyarakat
28 Juli 2026
SPBU Nomor 16.287.090 Teluk Lecah di Duga Tutup Lebih Awal, Warga Kecewa
21 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026
Polda Riau Dan Polres Bengkalis Di Minta Selidiki Dugaan Manipulasi Takaran BBM Di SPBU 16.287.090
19 Juli 2026
Polsek Rupat Bersama PT. MMJ Bersinergi Panen Jagung Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2026
15 Juli 2026
Antrian Panjang BBM SPBU Teluk Lecah Di Duga Akibat Kekurangan Operator
15 Juli 2026
Respon Cepat Keluhan Masyarakat Ring 1,Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tegaskan Sumber Bau Tidak Berasal Dari Operasi Kilang
14 Juli 2026
Inovasi Nozzle Gambut Hingga Expintable, Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning Jadi Narasumber Di Forum Nasional KLH
14 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 RSUD dr. Suhatman Kota Dumai Gelar Apel Rutin Bulanan
  • 2 Bipartit Gagal FSPMI Kota Dumai Laporkan PT. Tridaya Dimensi Indonesia Ke Dinas Tenaga Kerja
  • 3 BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib Jum'at dan Pelatihan Bina Mualaf Untuk Masyarakat
  • 4 SPBU Nomor 16.287.090 Teluk Lecah di Duga Tutup Lebih Awal, Warga Kecewa
  • 5 Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
  • 6 Polda Riau Dan Polres Bengkalis Di Minta Selidiki Dugaan Manipulasi Takaran BBM Di SPBU 16.287.090
  • 7 Polsek Rupat Bersama PT. MMJ Bersinergi Panen Jagung Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2026

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved