• Rabu, 29 April 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Nasional

KSPI Ungkap Ancaman Ledakan PHK: Perusahaan-Serikat Buruh Sudah Berunding

Administrator

Kamis, 15 Juli 2021 18:00:33 WIB
Cetak
KSPI Ungkap Ancaman Ledakan PHK: Perusahaan-Serikat Buruh Sudah Berunding

Foto : Presiden KSPI (Said Iqbal) 

JAKARTA (ANC) - Presiden KSPI Said Iqbal mengungkap saat ini perusahaan dan serikat buruh telah berunding terkait ancaman PHK di masa PPKM darurat. Said Iqbal mengatakan hal itu karena arus kas di perusahaan tersebut telah berdarah-darah.
"Karena arus kasnya terganggu, sekarang dimulai dari seminggu yang lalu kami mendapatkan informasi hampir mayoritas anggota KSPI di industri-industri yang saya sebut capital intensif otomotif, komponen otomotif, elektronik, komponen elektronik, pertambangan, multinational company di industri tekstil, garmen, sepatu sudah meminta diskusi dengan serikat pekerja atau perwakilan pekerja untuk melakukan efisiensi pengurangan karyawan," kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Ia mengungkap memang hanya ada beberapa perusahaan yang telah ada keputusan untuk melakukan efisiensi dan berunding dengan serikat kerja dan manajemen. KSPI mengaku mendapat informasi perusahaan di sektor industri komponen otomotif terancam adanya efisiensi pegawai.

"Yang saya terima laporan, yang kami terima laporan adalah di industri yang sudah selesai akhirnya terjadi efisiensi pengurangan karyawan di tengah PPKM darurat ini di industri komponen otomotif, sebagian di industri peleburan besi atau baja, sebagian lagi di industri keramik. Yang dirumahkan dan dipotong gajinya, tergantung kemampuan arus kas perusahaan," katanya.

Ia memaparkan beberapa industri yang terdampak langsung sudah terjadi PHK saat sebelum diberlakukannya PPKM darurat seperti di sektor jasa, perdagangan, transportasi, retail, contohnya perusahaan retail Giant. Said Iqbal menyebut, meskipun Menko Marves Luhut Pandjaitan telah meminta pengusaha tidak melakukan PHK, pengusaha tidak mengindahkan imbauan tersebut karena ada arus kas di perusahaannya sudah berdarah-darah.

"Industri retail ini kepukul, pasti kepukul dengan PPKM darurat itu sudah PHK. Transportasi dan logistik yang menjadi anggota KSPI itu sudah PHK. Jadi, kalau Pak Menteri Investasi dan Maritim mengatakan jangan ada PHK, nggak didengar oleh pengusaha. Mereka hanya mendengar arus kas mereka, nggak mungkin mereka kemudian mempertahankan arus kas perusahaan yang berdarah-darah, nggak ada output produksi, diliburkan, sudah diliburkan tetap bayar upahnya. Kemudian mereka nggak di-PHK nggak mungkin, itu sudah PHK. Terlambat omongnya, terutama di sektor transportasi, logistik, hotel, bahkan mal, itu proses PHK. Ada beberapa yang menjadi anggota KSPI itu sudah PHK," ungkapnya.

Lebih lanjut, apabila terjadi perpanjangan PPKM darurat, Said Iqbal mengatakan bisa saja terjadi ledakan PHK. Sebab, beberapa industri yang terdampak COVID-19 telah melakukan pengurangan upah atau merumahkan pegawai, seperti industri otomotif, industri komponen elektronik, industri elektronik, industri farmasi, industri kesehatan yang bukan obat-obatan COVID-19, industri tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman.

"Kita bisa bayangkan situasi yang kelima akan terjadi ledakan PHK di depan mata bila PPKM akan diperpanjang lagi 6 pekan ke depan, 1,5 bulan. Sebagaimana diinfokan di media, Ibu Sri Mulyani, pasti ledakan PHK, karyawan kontraknya sudah di-PHK," ujarnya.

Said Iqbal mengaku menyampaikan beberapa temuan di lapangan bukan berarti ingin berbeda dengan pemerintah. Namun ia mengungkap sudah ada perundingan antara serikat buruh dan pengusaha terkait pengurangan karyawan.

"Makanya kita menyampaikan ini bukan ingin bertentangan dengan pemerintah atau berbeda pendapat dengan pemerintah sebagaimana yang disampaikan Menko Maritim. Fakta di lapangan, mereka mengatakan akan PHK, orang sudah berunding kok dengan serikat buruh, seberapa besar PHK itu sedang dirundingkan, di beberapa sektor komponen elektronik dan otomotif kan sudah," ujar Said Iqbal.

"Jadi yang kelima ini akan terjadi ledakan PHK seberapa banyak dan seberapa cepat ekonomi akan pulih dan seberapa cepat pengendalian COVID-19 oleh pemerintah bisa menjadi lebih stabil dan normal. Kalau ekonomi tetap krisis, minus pertumbuhan ekonomi, pandemi tetap tinggi, sekarang ledakan klaster itu di buruh dan keluarganya. Kalau isolasi mandiri tidak ada penanganan terpadu dari tim PPKM darurat dan pendekatan pada perusahaan tidak bisa imbauan-imbauan, tidak terpadu, KSPI memprediksi ratusan ribu orang di-PHK," paparnya.

Ia mencontohkan, misalnya perusahaan otomotif di daerah Bodetabek memiliki 1.500-2.000 karyawan, melakukan pengurangan karyawan 500 orang di satu perusahaan. Maka jika ada 500 perusahaan, akan ada 250 ribu orang diperkirakan di-PHK. Said Iqbal berharap mudah-mudahan prediksi ancaman PHK itu salah.

"Itu yang kelima akan terjadi ledakan PHK prediksi mudah-mudahan salah. Prediksi KSPI, kalau tetap dilanjutkan PPKM 6 pekan ke depan, ratusan ribu buruh di sektor manufaktur bukan lagi di sektor jasa perdagangan-pariwisata dan hotel, tapi sektor manufaktur," ujarnya.

"Kalau sektor manufaktur yang kepukul, otomatis PDB akan turun pendapatan negara yang akan turun karena penyumbang PDB yang besar industri pengolahan, mari kita cek lagi. Kalau PDB turun, ya pasti pertumbuhan ekonomi akan ambruk. Kalau pertumbuhan ekonomi ambruk, seberapa kuat APBN dan APBD yang bisa dialokasikan untuk kesehatan mengatasi pandemi," tuturnya.


Sumber : Detiknews /  Editor : Alvin khasogi

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Sidang Ke-2 Gugatan Perdata Terhadap FSPMI, Kuasa Hukum Soroti Keadilan dan Dugaan Intervensi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:09:59 WIB

AURA(JAKARTA) - Persidangan perkara gugatan perdata Nomor 155/PDT.G/2026/PN JKT..

Nasional

Munas SPPK FSPMI Tahun 2026,Ketua DPW FSPMI Riau Satria Putra Kembali Terpilih

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42:45 WIB

AURA(JAKARTA) - Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan .

Nasional

Tim Kuasa Hukum PT ABM Adukan SP3 ke Komisi Reformasi Polri

Selasa, 09 Desember 2025 - 22:59:40 WIB

Jakarta - Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) mendatangi Komisi Percep.

Nasional

Era Baru Haji di Indonesia, PJS Siap Kawal Program Kementerian Haji Dan Umrah

Selasa, 09 September 2025 - 18:47:04 WIB

AURA(JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, hari ini, Senin (0.

Nasional

Istana Jawab Tuntutan Buruh: Satgas PHK Disetujui, Kenaikan UMP dalam Pembahasan

Rabu, 03 September 2025 - 12:58:54 WIB

Foto : Mensesneg Praseyo HadiAURA(JAKARTA) - Istana Kepresidenan m.

Nasional

Merdeka! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

Ahad, 17 Agustus 2025 - 15:26:03 WIB

AURANUSANTARA - Delapan puluh tahun merdeka, Indonesia bukan hanya bebas dari pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
28 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
26 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang
21 April 2026
Komut PT. PPN Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai, Tekankan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
20 April 2026
Sengketa Lahan Sawit 500 Ha Di Rohil, Ahli Waris Mengadu Ke Mabes Polri Dan DPR RI, Dugaan Keterlibatan Oknum APH Menguat
19 April 2026
Realisasi CSR PT. PPN RU II Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga Jaya Mukti
18 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
  • 2 Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
  • 3 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
  • 4 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
  • 5 Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
  • 6 Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
  • 7 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved