• Ahad, 15 Maret 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Nasional

KSPI Ungkap Ancaman Ledakan PHK: Perusahaan-Serikat Buruh Sudah Berunding

Administrator

Kamis, 15 Juli 2021 18:00:33 WIB
Cetak
KSPI Ungkap Ancaman Ledakan PHK: Perusahaan-Serikat Buruh Sudah Berunding

Foto : Presiden KSPI (Said Iqbal) 

JAKARTA (ANC) - Presiden KSPI Said Iqbal mengungkap saat ini perusahaan dan serikat buruh telah berunding terkait ancaman PHK di masa PPKM darurat. Said Iqbal mengatakan hal itu karena arus kas di perusahaan tersebut telah berdarah-darah.
"Karena arus kasnya terganggu, sekarang dimulai dari seminggu yang lalu kami mendapatkan informasi hampir mayoritas anggota KSPI di industri-industri yang saya sebut capital intensif otomotif, komponen otomotif, elektronik, komponen elektronik, pertambangan, multinational company di industri tekstil, garmen, sepatu sudah meminta diskusi dengan serikat pekerja atau perwakilan pekerja untuk melakukan efisiensi pengurangan karyawan," kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Ia mengungkap memang hanya ada beberapa perusahaan yang telah ada keputusan untuk melakukan efisiensi dan berunding dengan serikat kerja dan manajemen. KSPI mengaku mendapat informasi perusahaan di sektor industri komponen otomotif terancam adanya efisiensi pegawai.

"Yang saya terima laporan, yang kami terima laporan adalah di industri yang sudah selesai akhirnya terjadi efisiensi pengurangan karyawan di tengah PPKM darurat ini di industri komponen otomotif, sebagian di industri peleburan besi atau baja, sebagian lagi di industri keramik. Yang dirumahkan dan dipotong gajinya, tergantung kemampuan arus kas perusahaan," katanya.

Ia memaparkan beberapa industri yang terdampak langsung sudah terjadi PHK saat sebelum diberlakukannya PPKM darurat seperti di sektor jasa, perdagangan, transportasi, retail, contohnya perusahaan retail Giant. Said Iqbal menyebut, meskipun Menko Marves Luhut Pandjaitan telah meminta pengusaha tidak melakukan PHK, pengusaha tidak mengindahkan imbauan tersebut karena ada arus kas di perusahaannya sudah berdarah-darah.

"Industri retail ini kepukul, pasti kepukul dengan PPKM darurat itu sudah PHK. Transportasi dan logistik yang menjadi anggota KSPI itu sudah PHK. Jadi, kalau Pak Menteri Investasi dan Maritim mengatakan jangan ada PHK, nggak didengar oleh pengusaha. Mereka hanya mendengar arus kas mereka, nggak mungkin mereka kemudian mempertahankan arus kas perusahaan yang berdarah-darah, nggak ada output produksi, diliburkan, sudah diliburkan tetap bayar upahnya. Kemudian mereka nggak di-PHK nggak mungkin, itu sudah PHK. Terlambat omongnya, terutama di sektor transportasi, logistik, hotel, bahkan mal, itu proses PHK. Ada beberapa yang menjadi anggota KSPI itu sudah PHK," ungkapnya.

Lebih lanjut, apabila terjadi perpanjangan PPKM darurat, Said Iqbal mengatakan bisa saja terjadi ledakan PHK. Sebab, beberapa industri yang terdampak COVID-19 telah melakukan pengurangan upah atau merumahkan pegawai, seperti industri otomotif, industri komponen elektronik, industri elektronik, industri farmasi, industri kesehatan yang bukan obat-obatan COVID-19, industri tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman.

"Kita bisa bayangkan situasi yang kelima akan terjadi ledakan PHK di depan mata bila PPKM akan diperpanjang lagi 6 pekan ke depan, 1,5 bulan. Sebagaimana diinfokan di media, Ibu Sri Mulyani, pasti ledakan PHK, karyawan kontraknya sudah di-PHK," ujarnya.

Said Iqbal mengaku menyampaikan beberapa temuan di lapangan bukan berarti ingin berbeda dengan pemerintah. Namun ia mengungkap sudah ada perundingan antara serikat buruh dan pengusaha terkait pengurangan karyawan.

"Makanya kita menyampaikan ini bukan ingin bertentangan dengan pemerintah atau berbeda pendapat dengan pemerintah sebagaimana yang disampaikan Menko Maritim. Fakta di lapangan, mereka mengatakan akan PHK, orang sudah berunding kok dengan serikat buruh, seberapa besar PHK itu sedang dirundingkan, di beberapa sektor komponen elektronik dan otomotif kan sudah," ujar Said Iqbal.

"Jadi yang kelima ini akan terjadi ledakan PHK seberapa banyak dan seberapa cepat ekonomi akan pulih dan seberapa cepat pengendalian COVID-19 oleh pemerintah bisa menjadi lebih stabil dan normal. Kalau ekonomi tetap krisis, minus pertumbuhan ekonomi, pandemi tetap tinggi, sekarang ledakan klaster itu di buruh dan keluarganya. Kalau isolasi mandiri tidak ada penanganan terpadu dari tim PPKM darurat dan pendekatan pada perusahaan tidak bisa imbauan-imbauan, tidak terpadu, KSPI memprediksi ratusan ribu orang di-PHK," paparnya.

Ia mencontohkan, misalnya perusahaan otomotif di daerah Bodetabek memiliki 1.500-2.000 karyawan, melakukan pengurangan karyawan 500 orang di satu perusahaan. Maka jika ada 500 perusahaan, akan ada 250 ribu orang diperkirakan di-PHK. Said Iqbal berharap mudah-mudahan prediksi ancaman PHK itu salah.

"Itu yang kelima akan terjadi ledakan PHK prediksi mudah-mudahan salah. Prediksi KSPI, kalau tetap dilanjutkan PPKM 6 pekan ke depan, ratusan ribu buruh di sektor manufaktur bukan lagi di sektor jasa perdagangan-pariwisata dan hotel, tapi sektor manufaktur," ujarnya.

"Kalau sektor manufaktur yang kepukul, otomatis PDB akan turun pendapatan negara yang akan turun karena penyumbang PDB yang besar industri pengolahan, mari kita cek lagi. Kalau PDB turun, ya pasti pertumbuhan ekonomi akan ambruk. Kalau pertumbuhan ekonomi ambruk, seberapa kuat APBN dan APBD yang bisa dialokasikan untuk kesehatan mengatasi pandemi," tuturnya.


Sumber : Detiknews /  Editor : Alvin khasogi

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Munas SPPK FSPMI Tahun 2026,Ketua DPW FSPMI Riau Satria Putra Kembali Terpilih

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42:45 WIB

AURA(JAKARTA) - Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan .

Nasional

Tim Kuasa Hukum PT ABM Adukan SP3 ke Komisi Reformasi Polri

Selasa, 09 Desember 2025 - 22:59:40 WIB

Jakarta - Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) mendatangi Komisi Percep.

Nasional

Era Baru Haji di Indonesia, PJS Siap Kawal Program Kementerian Haji Dan Umrah

Selasa, 09 September 2025 - 18:47:04 WIB

AURA(JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, hari ini, Senin (0.

Nasional

Istana Jawab Tuntutan Buruh: Satgas PHK Disetujui, Kenaikan UMP dalam Pembahasan

Rabu, 03 September 2025 - 12:58:54 WIB

Foto : Mensesneg Praseyo HadiAURA(JAKARTA) - Istana Kepresidenan m.

Nasional

Merdeka! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

Ahad, 17 Agustus 2025 - 15:26:03 WIB

AURANUSANTARA - Delapan puluh tahun merdeka, Indonesia bukan hanya bebas dari pe.

Nasional

KSPI Tegaskan Komitmen Perlindungan Pekerja Migran dan Penghapusan Kerja Paksa di Pertemuan ITUC Asia-Pasifik

Rabu, 30 Juli 2025 - 06:25:34 WIB

AURA(JAKARTA) - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperkuat komitmen.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai
13 Maret 2026
LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan
07 Maret 2026
Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT
06 Maret 2026
Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga
26 Februari 2026
Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone
25 Februari 2026
SB Tekal Gelar Buka Bersama Perkuat Konsolidasi Organisasi
24 Februari 2026
Sejumlah Pedagang Di Kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang Keluhkan Penurunan Omset Signifikan
16 Februari 2026
Mendapat Dukungan Masyarakat Dan Memiliki Izin Resmi Dari Pemerintah Lapo Pariban Komitmen Terhadap Aturan
14 Februari 2026
Anak Korban Kecelakaan Lalin Komplek Perumahan Bukit Datuk Tunjuk Hotland Sianturi Sebagai Kuasa Hukum
12 Februari 2026
Mesin Insinerator Instalasi Limbah RSUD Kota Dumai Dilaporkan Meledak, 2 Pekerja Alami Luka Lepuh
11 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai
  • 2 LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan
  • 3 Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT
  • 4 Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga
  • 5 Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone
  • 6 SB Tekal Gelar Buka Bersama Perkuat Konsolidasi Organisasi
  • 7 Sejumlah Pedagang Di Kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang Keluhkan Penurunan Omset Signifikan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved