• Rabu, 29 April 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Nasional

Pekerjaan Layak Dan Pengangguran Terdidik

Administrator

Kamis, 02 Desember 2021 12:29:43 WIB
Cetak
Pekerjaan Layak Dan Pengangguran Terdidik

Ilustrasi: M Fakhry Arrizal/infografis detikcom

JAKARTA (ANC) - Di balik kemelut penetapan upah minimum 2022, terdapat persoalan yang tidak kalah peliknya yaitu ketersediaan lapangan pekerjaan yang layak. Tingkat pendidikan angkatan kerja yang semakin meningkat tentu membutuhkan lapangan pekerjaan yang layak dan sesuai. Sayangnya, antara permintaan dan penawaran dalam pasar tenaga kerja tidak seimbang hingga menyisakan 9,1 juta pengangguran dan 11,42 juta penduduk setengah pengangguran.

Celakanya lagi, sebagian besar dari pengangguran tersebut berusia muda (15-24 tahun) dan berpendidikan menengah atas. Tingginya tingkat pengangguran pada usia muda dan terdidik ini menunjukkan adanya potensi tenaga kerja yang kurang termanfaatkan (under utilized).

Tingkat pengangguran terbuka kelompok umur muda empat kali lipat lebih tinggi daripada tingkat pengangguran umur dewasa. Selain itu, ada 24,28 persen penduduk usia muda yang tidak sedang bekerja, tidak mengikuti pendidikan, dan tidak mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment and Trainng/NEET).
Kaum rebahan yang tergolong NEET ini sebagian besar berpendidikan SMK/SMA (60,21 persen) dan sebagian berpendidikan tinggi (29,43 persen). Tingginya NEET menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendorong kaum muda berpendidikan ini untuk aktif dalam meningkatkan keterampilan maupun dalam mencari pekerjaan untuk memaksimalkan potensinya.

Menurut pendidikannya sebagian besar pekerja muda berpendidikan menengah (55,68 persen), 35,11 persen berpendidikan rendah, dan 8,95 persen berpendidikan tinggi. Pekerja usia muda paling banyak bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai dengan proporsi mencapai 59,96 persen.

Pekerja usia muda merupakan salah satu kelompok yang memperoleh pukulan berat selama pandemi Covid-19. Buruh/karyawan usia muda yang kehilangan pekerjaan pada masa pandemi sebagian besar berubah menjadi tenaga kerja informal dengan menjadi pekerja keluarga/tidak dibayar.

Ketidakmampuan sistem perekonomian dalam menciptakan pekerjaan yang layak untuk semua angkatan kerja mengakibatkan meningkatnya tenaga kerja informal di samping pengangguran. Pada kenyataannya ada lebih dari 59 persen penduduk yang bekerja sebagai tenaga kerja informal di Indonesia.

Informalitas didefinisikan oleh Organisasi Tenaga Kerja Dunia (ILO) sebagai pekerjaan yang mempunyai dampak berbahaya terhadap hak-hak pekerja dan mempunyai dampak negatif terhadap sustainable enterprises karena faktor rendahnya produktivitas dan terbatasnya akses modal.

Melimpahnya angkatan kerja dan upah murah di Indonesia ternyata belum cukup sebagai modal untuk menarik investor sehingga menambah lapangan pekerjaan baru. Padahal di luar pengangguran saat ini, ada peningkatan jumlah angkatan kerja baru yang mencapai hampir 2 juta orang juta setiap tahunnya. Diperlukan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi agar tercipta pekerjaan yang layak bagi angkatan kerja.

Pekerjaan yang layak diperlukan untuk dapat membiayai hidup secara layak dan berharkat, serta menjamin keselamatan fisik dan psikologis. Kelayakan pekerjaan dapat dilihat dari status pekerjaan, lapangan pekerjaan, jumlah jam kerja, dan kegiatan formal-informal. Sebagai contoh, status pekerjaan sebagai buruh/karyawan cenderung lebih layak karena memiliki penghasilan tetap dengan jaminan ketenagakerjaan dibandingkan dengan pekerja bebas yang penghasilannya tidak menentu.

Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan rata-rata upah yang diterima juga semakin tinggi. Berdasarkan survei Angkatan kerja nasional (Sakernas), rata-rata pendapatan buruh dengan pendidikan perguruan tinggi nilainya lebih dari dua kali lipat dari rata-rata upah buruh berpendidikan SMP ke bawah. Rata-rata pendapatan buruh lulusan perguruan tinggi pada tahun 2021 sebesar 4,39 juta rupiah, sedangkan rata-rata pendapatan buruh lulusan SD ke bawah nilainya kurang dari dua juta rupiah.

Tetapi, ketika pendidikan sudah berhasil ditingkatkan, yang terjadi selanjutnya tidak tersedia pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan kompetensi mereka. Tidak mengherankan jika kemudian terpaksa pengangguran dengan mencari pekerjaan yang lebih layak.

Pilihan menjadi pengangguran merupakan barang mewah yang hanya dimiliki oleh mereka yang mempunyai tabungan atau pendapatan di luar pekerjaan. Sedangkan bagi penduduk miskin dan hampir miskin yang berpendidikan rendah, mereka tidak bisa menganggur; mereka harus bekerja apa saja untuk dapat hidup (too poor to be unemployed). Sehingga apapun pekerjaannya akan mereka lakukan termasuk menjadi tenaga kerja informal maupun setengah pengangguran.

Penduduk setengah menganggur didominasi oleh pekerja dengan pendidikan dasar yang mencapai 57,30 persen. Mereka bekerja, namun dengan jam kerja di bawah jam kerja normal dan masih mencari tambahan pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan.

Selain itu, sebagian besar penduduk miskin di Indonesia bekerja sebagai tenaga kerja informal. Hal ini menjadi PR selanjutnya untuk menyediakan pekerjaan layak sehingga angkatan kerja yang sudah memperoleh pendidikan menengah atas terberdayakan dalam kegiatan ekonomi. Jangan sampai mengejar pendidikan tinggi, namun ujungnya menjadi pengangguran karena tidak tersedia lapangan pekerjaan yang layak sesuai pendidikannya.

Pada kenyataannya tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia paling banyak pada lulusan SMK dan SMA yaitu sebesar 11,13 persen dan 9,09 persen. Untuk lulusan perguruan tinggi, tingkat pengangguran terbuka nilainya di atas 5 persen.

Lulusan perguruan tinggi pun harus jeli dalam memilih lokasi untuk mencari pekerjaan. Sebagai contoh di Provinsi Kaltara lebih dari 40 persen pengangguran merupakan lulusan perguruan tinggi, di Papua Barat proporsi pengangguran lulusan perguruan tinggi lebih dari 38 persen, dan di Bali proporsi pengangguran yang berpendidikan tinggi sebesar 36,87 persen. Adapun provinsi dengan proporsi pengangguran tamatan perguruan tinggi yang paling rendah ada di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Informasi ini memberikan gambaran bagaimana peluang lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pekerjaan berdasarkan wilayahnya. Menanti sistem perekonomian menciptakan lapangan pekerjaan layak bisa jadi membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu langkah lain yang bisa dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja adalah dengan mendorong kewirausahaan.

Kewirausahaan telah diidentifikasi sebagai salah satu pendorong utama kemakmuran ekonomi dan dianggap sebagai kendaraan yang masuk akal yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi negara berkembang (Kimmitt et al., 2020) dan solusi dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di negara-negara berkembang (Sutter et al., 2019; Si et al., 2020).

Tasmilah Statistisi pada BPS Kota Malang


Sumber : Detiknews /  Editor : Arman

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Sidang Ke-2 Gugatan Perdata Terhadap FSPMI, Kuasa Hukum Soroti Keadilan dan Dugaan Intervensi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:09:59 WIB

AURA(JAKARTA) - Persidangan perkara gugatan perdata Nomor 155/PDT.G/2026/PN JKT..

Nasional

Munas SPPK FSPMI Tahun 2026,Ketua DPW FSPMI Riau Satria Putra Kembali Terpilih

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42:45 WIB

AURA(JAKARTA) - Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan .

Nasional

Tim Kuasa Hukum PT ABM Adukan SP3 ke Komisi Reformasi Polri

Selasa, 09 Desember 2025 - 22:59:40 WIB

Jakarta - Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) mendatangi Komisi Percep.

Nasional

Era Baru Haji di Indonesia, PJS Siap Kawal Program Kementerian Haji Dan Umrah

Selasa, 09 September 2025 - 18:47:04 WIB

AURA(JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, hari ini, Senin (0.

Nasional

Istana Jawab Tuntutan Buruh: Satgas PHK Disetujui, Kenaikan UMP dalam Pembahasan

Rabu, 03 September 2025 - 12:58:54 WIB

Foto : Mensesneg Praseyo HadiAURA(JAKARTA) - Istana Kepresidenan m.

Nasional

Merdeka! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

Ahad, 17 Agustus 2025 - 15:26:03 WIB

AURANUSANTARA - Delapan puluh tahun merdeka, Indonesia bukan hanya bebas dari pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
28 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
26 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang
21 April 2026
Komut PT. PPN Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai, Tekankan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
20 April 2026
Sengketa Lahan Sawit 500 Ha Di Rohil, Ahli Waris Mengadu Ke Mabes Polri Dan DPR RI, Dugaan Keterlibatan Oknum APH Menguat
19 April 2026
Realisasi CSR PT. PPN RU II Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga Jaya Mukti
18 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
  • 2 Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
  • 3 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
  • 4 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
  • 5 Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
  • 6 Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
  • 7 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved