• Selasa, 17 Maret 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Daerah

Ribuan Buruh Sukabumi Terancam di PHK, Apindo Ungkap Penyebabnya

Administrator

Senin, 11 Juli 2022 15:58:45 WIB
Cetak
Ribuan Buruh Sukabumi Terancam di PHK, Apindo Ungkap Penyebabnya

SUKABUMI (ANC) - Ribuan buruh yang bekerja di Pabrik Sukabumi terancam kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal itu dikatakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, ribuan buruh yang terancam di PHK khusus yang berkerja di sektor industri padat karya yang beraktivitas di Kabupaten Sukabumi. Ini terjadi karena dampak dari terjadinya krisis global.

Ketua DPK APINDO Kabupaten Sukabumi, Sudarno kepada Radar Sukabumi mengatakan, perkembangan tentang situasi dan kondisi pada bisnis sektor garment di tingkat internasional, bahwa dengan adanya gejolak perekonomian di negara mayoritas buyer industri garment di Indonesia itu adalah Negara Amerika telah berpengaruh besar terhadap perkembangan order-order yang diberikan oleh para buyer ke negara tujuan atau negara tempat produsen, terutama di Indonesia.

“Khsusunya untuk di Kabupaten Sukabumi terhitung pada Juli 2022 ini, sudah ada beberapa perusahaan yang bergerak pada industri padat karya atau industri garment yang ordernya ada di cancel, pending kemudian ada juga yang dilakukan pengurangan dari order sebelumnya,” kata Sudarno kepada Radar Sukabumi pada Minggu (10/07).

Hal ini berdampak serius terhadap keberlangsungan industri. Bahkan, di Kabupaten Sukabumi sudah ada 10 perusahaanpada sektor padat karya yang melakukan rencana dan sudah memulai per Juli 2022 ini pengurangan karyawannya atau PHK sampai periode Oktober 2022 nanti.

Ini harus mendapatkan perhatian serius. Lantaran, dengan semakin banyaknya angkatan kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Namun, justru pada kondisi saat ini di industri padat karya atau industri garment malah ada pengurangan karyawan dengan jumlahnya cukup sigsnifikan.

“Jadi dari 10 perusahaan itu, ada sekitar 4.650 orang karyawan yang sedang dan akan di proses PHK sampai Oktober 2022 nanti. Nah, belum lagi akan ada perusahaan yang berencana meliburkan karyawannya. Ini juga akan dilakukan beberapa perusahaan, khususnya pada perusahaan padat karya yang ada di Kabupaten Sukabumi,” paparnya

Saat ini, DPK APINDO Kabupaten Sukabumi sedang melakukan pendataan secara real. Namun, berdasarkan data sementara dari jumlah total 72 perusahaan yang tercatat sebagai anggota APINDO Kabupaten Sukabumi, hanya ada sekitar 35 perusahaan lainnya yang bergerak dalam bidang padat karya atau garment.

“Jadi hampir 50 persen jumlah perusahaan yang terdata di APINDO Kabupaten Sukabumi, akan terkena dampak dari krisis global itu,” ujarnya.

Menurutnya, pendataan ini perlu dilakukan oleh DPK APINDO Kabupaten Sukabumi untuk mengetahui apakah semua perusahaan itu terkena dampak dari pengurangan order, cancel order maupun pending ordernya. Sehingga berdampak pada PHK karyawan dan meliburkan karyawannya.

Namun demikian, per 9 Juli 2022 sudah ada sepuluh perusahaan yang menyampaikan datanya kepada DPK APINDO Kabupaten Sukabumi dengan jumlah 4.650 pekerja yang akan dilakukan pengurangan sampai Oktober 2022 nanti.

“Tentunya jumlah ini akan terus bertambah, seiring dengan informasi yang akan diterima oleh DPK APINDO,” tandasnya.

Ketika disinggung menganai nama-nama 10 perusahaan yang saat ini tengah berencana dan sudah mulai melakukan PHK, akibat dampak dari krisis global tersebut. DPK APINDO Kabupaten Sukabumi mengaku, belum bisa memberikan jawaban terkait nama-nama perusahaan tersebut.

“Mohon maaf belum bisa kami sebutkan nama-nama dari 10 perusahaan itu. Karena data ini masih berkembang dan bisa berubah. Jadi nanti detailnya sampai akhir Juli atau awal Agustus 2022 akan kita informasikan kembali tekait perkembangan situasi sektor industri garmen di Kabupaten Sukabumi,” timpalnya.

Meksi demikian, DPK APINDO Kabupaten Sukabumi berharap kepada para buruh agar dapat memahami dan mengerti akan situasi dan kondisi saat ini. Karena hal ini, menurutnya merupakan fakta yang harus diterima.

Terlebih lagi, para pengusaha pun tidak berkeinginan untuk melakukan pengurangan karyawannya. Lantaran, semakin berkurangnya karyawan. Maka, secara otomatis pasti akan semakin berkurang hasil produksi dan akan semakin berkurang quantity ekspor terhadap income yang diterima oleh perusahaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani kepada Radar Sukabumi mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinakertrans Kabupaten Sukabumi saat ini tengah melakukan kajian dan memang antisipasi yang mungkin bisa dilakukan sementara untuk menyikapi dampak krisis global itu, akan diatasi melalui program padat karya.

“Iya, jika akan ada dampak dari krisis global, dimana setiap perusahaan akan melakukan PHK secara besar-besaran, itu akan diatasi dengan padat karya. Tetapi itu tergantung dengan adanya besaran program dari pemerintah daerah,” kata Usaman.

Program padat karya ini, sambung Usman, disamping pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi selain bisa mempekerjakan mereka yang mengalami pengangguran, juga infrastuktur bisa terbangun. Namun, demikian itu tergantung dari anggaran yang diberikan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dalam menyikapi krisis global.

“Selain itu, kita juga akan mendorong pelatihan-pelatihan melalui BLK dan lainnya,” bebernya.

Pelatihan melalui padat karya ini, sangat penting dilakukan agar mereka atau warga yang menganggur itu memiliki skill yang baik sehingga mereka dapat bisa bersaing. Terlebih lagi, akibat krisis global itu diakuinya telah didominasi oleh para buruh yang berkerja di perusahaan dalam bidang padat karya.

Karena industri padat karya tersebut mayoritasnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke negara Eropa. Sehingga secara otomatis, akibat krisis global itu akan terkena dampaknya hingga para buruh di Kabupaten Sukabumi terancam di PHK secara besar-besaran.

“Kalau untuk prediksi jumlah buruh yang akan terncam di PHK selama krisis global itu, kami belum tahu ya. Namun, untuk jumlah total buruh di Kabupaten Sukabumi itu rata-rata sekitar 200.000. Nah, dari ratusan ribu ini kemungkinan 50 persen buruh itu akan terkena dampak dari krisis global. Sehingga akan dilakukan PHK. Tapi, itu mudah-mudahan jangan sampai terjadi,” pungkasnya.


Sumber : radarsukabumi.com /  Editor : Al Amin

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Devindo Grup Berbagi Di Bulan Suci Ramadhan, Indahnya Kebersamaan Di Bulan Peruh Berkah

Senin, 16 Maret 2026 - 21:50:07 WIB

AURA(DUMAI) - Bulan suci Ramadhan menjadi momen yang penuh berkah bagi umat Musl.

Daerah

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kota Dumai Gelar Pembagian Takjil, Santunan Dhuafa Dan Buka Bersama

Senin, 16 Maret 2026 - 16:40:31 WIB

AURA(DUMAI) - Keluarga besar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia atau FSPMI.

Daerah

Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:22:38 WIB

Foto : IIustrasiAURA(DUMAI) - Kasus kecelakaan kerja yang terjadi .

Daerah

LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan

Sabtu, 07 Maret 2026 - 20:46:55 WIB

AURA(DUMAI) - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Lingkar Pemuda Pemu.

Daerah

Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT

Jumat, 06 Maret 2026 - 18:44:39 WIB

AURA(DUMAI) - Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri Kota Dumai se.

Daerah

Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:40:25 WIB

AURA(DUMAI) - Tim Fire Brigade PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai atau.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Devindo Grup Berbagi Di Bulan Suci Ramadhan, Indahnya Kebersamaan Di Bulan Peruh Berkah
16 Maret 2026
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kota Dumai Gelar Pembagian Takjil, Santunan Dhuafa Dan Buka Bersama
16 Maret 2026
Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai
13 Maret 2026
LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan
07 Maret 2026
Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT
06 Maret 2026
Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga
26 Februari 2026
Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone
25 Februari 2026
SB Tekal Gelar Buka Bersama Perkuat Konsolidasi Organisasi
24 Februari 2026
Sejumlah Pedagang Di Kawasan Kampung Kuliner Bukit Gelanggang Keluhkan Penurunan Omset Signifikan
16 Februari 2026
Mendapat Dukungan Masyarakat Dan Memiliki Izin Resmi Dari Pemerintah Lapo Pariban Komitmen Terhadap Aturan
14 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Devindo Grup Berbagi Di Bulan Suci Ramadhan, Indahnya Kebersamaan Di Bulan Peruh Berkah
  • 2 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kota Dumai Gelar Pembagian Takjil, Santunan Dhuafa Dan Buka Bersama
  • 3 Laka Kerja Pada PT. IMT Tuai Sorotan Keras Dari Faptekal Dumai
  • 4 LPPD Gelar Aksi Berbagi Takjil Dan Sembako Di Bulan Ramadhan
  • 5 Tangan Tergilas Mesin Konveyor, Pekerja Alami Laka Kerja Di Area PT. IMT
  • 6 Respon Cepat Tim Fire Brigade PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Terhadap Kebakaran Lahan Warga
  • 7 Manager Comrel PT. Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tegaskan Pergantian Jabatan Tak Pengaruhi Proses SK Penlok Bufferzone

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved