AURANUSANTARA.COM — Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyumbangkan medali emas ganda putra bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang lewat rubber game 18-21, 21-13, 21-18. Emas ini mengakhiri penantian delapan tahun Indonesia di nomor tersebut sejak Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juara di Jakarta 2018. Menpora Erick Thohir menyebut tambahan emas ini membuat Indonesia semakin dekat dengan target empat medali emas.
Kemenangan itu melengkapi koleksi emas kontingen Indonesia dan mengakhiri penantian panjang di sektor ganda putra. Terakhir kali Indonesia meraih emas nomor ini pada Asian Games Jakarta 2018 melalui Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Bulu Tangkis Lampaui Target Emas
Dengan tambahan emas Leo/Daniel, cabang olahraga bulu tangkis sudah menyumbang dua medali emas bagi Indonesia. Perolehan itu melampaui target awal yang ditetapkan hanya satu emas.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi kerja tim bulu tangkis yang mampu melewati target tersebut. Menurut dia, pencapaian itu tidak lepas dari komitmen dan kerja keras seluruh elemen tim.
"Terima kasih kepada tim bulu tangkis Indonesia yang mampu melampaui target," kata Erick dalam keterangan resmi di Jakarta.
Keberhasilan ini, lanjut Erick, merupakan hasil persiapan serius dari atlet, pelatih, ofisial, pengurus federasi, hingga seluruh tim pendukung kontingen.
Angkat Besi Ikut Penuhi Target
Selain bulu tangkis, Erick menyoroti cabang angkat besi yang telah memenuhi target medali emas sesuai kesepakatan awal. Ia menilai target yang ditetapkan sejak awal menjadi acuan sekaligus motivasi bagi setiap cabang olahraga untuk tampil maksimal.
Erick berharap capaian ini memacu cabor lain yang masih bertanding dan punya peluang menambah emas. "Jadikan pencapaian emas ini sebagai pemacu semangat atlet-atlet kita yang masih berjuang untuk mendapatkan emas berikutnya," ujarnya.
Perjuangan Masih Berlanjut
Kontingen Indonesia mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga pada Asian Games kali ini. Sejumlah cabor masih memiliki peluang menambah koleksi medali emas sebelum seluruh pertandingan berakhir.
Erick memastikan akan terus mengawal perjuangan kontingen hingga partai terakhir. Ia berharap keberhasilan Leo/Daniel dan para peraih emas sebelumnya menjadi energi positif bagi atlet yang masih bertanding.
Bagi bulu tangkis Indonesia, emas ganda putra di Nagoya menegaskan kembali tradisi sektor tersebut di level Asia. Perhatian kini beralih ke cabor-cabor lain yang masih menyisakan peluang emas bagi Indonesia.