Pencarian

Citilink QG1100 Pecah Ban Usai Lepas Landas di Halim, Penumpang Dialihkan ke A320

Minggu, 18 Oktober 2026 • 06:02:31 WIB
Citilink QG1100 Pecah Ban Usai Lepas Landas di Halim, Penumpang Dialihkan ke A320
Pesawat Citilink QG1100 berhenti di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma setelah mengalami pecah ban usai lepas landas.

AURANUSANTARA.COM — Penerbangan Citilink QG1100 rute Jakarta–Yogyakarta mengalami pecah ban pada salah satu roda pendaratan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 17 Oktober 2026. Pesawat ATR 72-600 itu melakukan prosedur return to base dan mendarat kembali dengan selamat. Seluruh penumpang dipindahkan ke tempat aman, lalu diberangkatkan ulang memakai Airbus A320 dari Bandara Soekarno-Hatta.

Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, menyatakan pesawat beserta seluruh penumpang telah kembali mendarat dengan selamat di Jakarta. Penerbangan dijadwalkan berangkat pukul 05.55 waktu setempat dari Halim.

Kendala teknis muncul pada salah satu roda pendaratan tak lama setelah pesawat mengudara. Kru memutuskan menjalankan prosedur return to base, alias kembali ke bandara asal, alih-alih melanjutkan rute ke Yogyakarta.

Pesawat Berhenti di Landasan, Penumpang Dievakuasi dengan Mobil

Rekaman video yang beredar memperlihatkan pesawat bermesin baling-baling itu berhenti di landasan pacu. Petugas bandar udara dan kendaraan operasional serta derek dikerahkan untuk mengamankan area.

Di tengah penanganan insiden, penumpang dipindahkan ke lokasi aman menggunakan mobil untuk meninggalkan pesawat. Pesawat selanjutnya menjalani pemeriksaan intensif menyeluruh oleh petugas terkait.

Penerbangan Pengganti Pakai Airbus A320 dari Soekarno-Hatta

Manajemen Citilink memberangkatkan ulang penumpang rute Jakarta–Yogyakarta dengan pesawat pengganti jenis Airbus A320. Titik keberangkatan dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), dengan tujuan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Penerbangan pengganti mendarat di Yogyakarta pada pukul 12.40 waktu setempat. Artinya, penumpang mengalami keterlambatan sekitar enam jam dari jadwal semula pukul 05.55.

"Kami manajemen Citilink memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Tashia dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026).

Keselamatan Jadi Prioritas, Pemeriksaan Preventif Ditegaskan

Tashia menegaskan Citilink mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan melalui langkah preventif yang konsisten. Upaya itu mencakup identifikasi serta mitigasi potensi risiko yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

Insiden pecah ban di Halim menambah catatan gangguan operasional maskapai pada rute domestik jarak pendek. Bandara Halim Perdanakusuma sendiri dikenal memiliki landasan relatif pendek dibanding bandara utama lain di Jabodetabek, sehingga maskapai penuh berhati-hati dalam memilih jenis pesawat untuk rute tertentu.

Bagi pelaku bisnis penerbangan, kejadian semacam ini berdampak langsung pada biaya operasional. Pesawat yang menjalani pemeriksaan intensif tak bisa langsung kembali ke rotasi penerbangan, sementara maskapai harus menyiapkan armada pengganti dan menanggung kompensasi keterlambatan.

Penumpang yang terdampak disarankan memantau informasi resmi maskapai soal jadwal pengganti dan ketentuan kompensasi keterlambatan sesuai aturan yang berlaku.

Sumber: finance.detik.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks