• Rabu, 29 April 2026
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Budaya
  • Eksbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Dunia
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Terima Kunjungan Politeknik Negeri Medan, Perwira PT KPI RU Dumai Kenalkan Proses Bisnis dan 12 CLSR
Ketua Bundo Kanduang Lis Hafrida: Ilmu dari Kegiatan Ini Dapat Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketum Parpol Jadi Menteri, Larshen Yunus: Presiden Jokowi Ingkari Janjinya Saat Kampanye
Ketua DPD PJS Riau Wahyudi El Panggabean Serahkan Mandat Pembentukan DPC PJS Dumai
Dumai Wakili Provinsi Riau Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Mangrove Serentak DPP GPND

  • Home
  • Nasional

Akibat APD Impor Membanjiri Pasar, Industri Indonesia Turunkan Kapasitas Produksi

Administrator

Senin, 14 Desember 2020 15:10:25 WIB
Cetak
Akibat APD Impor Membanjiri Pasar, Industri Indonesia Turunkan Kapasitas Produksi

JAKARTA(ANC)-Gempuran impor produk alat pelindung diri (APD) membuat industri dalam negeri akhirnya menyerah. Padahal, diversifikasi produk industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis sempat jadi harapan untuk menopang kinerja.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman berujar yang terjadi kini justru sebaliknya, sejumlah pabrik mulai menahan produksi.

“Saat ini di gudang masih banyak APD yang menumpuk. Sementara, produksi APD di-hold karena sudah menumpuk dan takut tidak laku. Penurunan sudah sampai 30 persen dari saat produksi APD,” kata dia Rizal (9/12/2020).

Padahal, ketika awal pandemi, pemerintah meminta produksi APD dalam negeri digenjot. Waktu itu, kata Rizal, industri langsung memenuhi berbagai macam standar yang dibutuhkan agar produk dalam negeri bisa diserap untuk kebutuhan domestik.

Pelaku industri TPT pun berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikasi internasional agar bisa mendiversifikasi produksi APD, mulai dari Amerika Serikat, Taiwan, Hongkong, hingga Eropa.

“Setelah industri siap, bahkan kapasitas melebihi kebutuhan domestik, kami minta agar kemudahan impor dicabut. Namun, kondisinya sampai sekarang tidak juga ada pergerakan. Meski stagnan, angka impor masih cenderung tinggi,” kata dia.

Meski sempat dilarang, Kementerian Perdagangan telah merelaksasi kebijakan ekspor APD ke negara lain lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2020 tentang Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri (APD). Kenyataannya, produksi untuk ekspor pun tak berjalan mulus. Kampanye produksi APD dengan lewat INA United yang digadang-gadangkan beberapa bulan lalu hampir tidak ada gaungnya.

“Produk dalam negeri nyatanya harus bersaing dengan negara lain yang lebih kompetitif. Secara harga, kuantitas, dan pengiriman produk kita masih kalah,” ujar Rizal.

Sekjen Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) Redma Gita Wirawasta berujar produsen, khususnya dari industri kecil dan menengah (IKM) sudah enggan memproduksi APD. Hal ini dilakukan karena produsen tak mampu bersaing dengan APD yang diimpor oleh pabrikan besar. Ia menuding penyerapan APD lokal kental dengan nuansa politik agar produknya bisa diserap.

“Jadi, sepertinya produsen lokal sudah menyerah. Padahal, kita sudah punya APD yang masuk level III dan IV, termasuk bahan baku dari dalam negeri dan berlabel INA United,” kata Redma. Bahkan, kata Redma, juga ditemui produk impor di Jawa Tengah menggunakan logo merah-putih.

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (IKATSI) Suharno Rusdi memprediksikan impor APD masih akan terus tinggi, terutama impor dari Cina dan Korea Selatan. Menurut dia, harga APD impor dari dua negara tersebut jauh lebih murah karena terjadi kelebihan pasokan di pasar domestiknya.

“Jadi produsen APD Indonesia mesti siap-siap karena dengan terkendalinya Covid-19 di Cina Korea, pasar APD dalam negeri akan dibanjiri impor,” kata Suharno.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan Fithra Faisal Hastiadi mengatakan lebih murahnya produk APD impor terjadi karena harga bahan baku di pasar global sudah mencapai niilai keekonomiannya sehingga harganya lebih stabil.

Di saat yang bersamaan, Cina yang semula menyerap produk APD juga mendiversifikasi industrinya sehingga menjadi negara ekspotir yang besar juga. Sementara itu, kasus Covid-19 di negeri Tirai Bambu itu juga sudah terkendali.

“Bukan hanya di Indonesia, di pasar dunia juga tengah dibanjiri produk APD dari Cina. Hal itu yang menyebabkan surgical mask, surgical gown, dan lainnya mengalami penurunan,” kata Fithra.

Ia melihat meskipun kasus Covid-19 masih tinggi, beberapa negara juga sudah bisa mandiri memproduksi APD sendiri. Pada titik ini, kat Fithra, industri dalam negeri akan mengurangi produksinya karena sudah kelebihan pasokan untuk pasar ekspor.(SPNnews) 


 Editor : Alvin khasogi

[ Ikuti AuraNusantara.com ]


AuraNusantara.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Sidang Ke-2 Gugatan Perdata Terhadap FSPMI, Kuasa Hukum Soroti Keadilan dan Dugaan Intervensi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:09:59 WIB

AURA(JAKARTA) - Persidangan perkara gugatan perdata Nomor 155/PDT.G/2026/PN JKT..

Nasional

Munas SPPK FSPMI Tahun 2026,Ketua DPW FSPMI Riau Satria Putra Kembali Terpilih

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:42:45 WIB

AURA(JAKARTA) - Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan .

Nasional

Tim Kuasa Hukum PT ABM Adukan SP3 ke Komisi Reformasi Polri

Selasa, 09 Desember 2025 - 22:59:40 WIB

Jakarta - Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) mendatangi Komisi Percep.

Nasional

Era Baru Haji di Indonesia, PJS Siap Kawal Program Kementerian Haji Dan Umrah

Selasa, 09 September 2025 - 18:47:04 WIB

AURA(JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, hari ini, Senin (0.

Nasional

Istana Jawab Tuntutan Buruh: Satgas PHK Disetujui, Kenaikan UMP dalam Pembahasan

Rabu, 03 September 2025 - 12:58:54 WIB

Foto : Mensesneg Praseyo HadiAURA(JAKARTA) - Istana Kepresidenan m.

Nasional

Merdeka! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

Ahad, 17 Agustus 2025 - 15:26:03 WIB

AURANUSANTARA - Delapan puluh tahun merdeka, Indonesia bukan hanya bebas dari pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Ketua Bapemperda Setuju Pemanfataan Lahan Tidur Dijadikan Ranperda

08 Juli 2020
Logo Garuda Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
08 Juli 2020
Gunakan Rompi Orange dan Tangan Terborgol, Amril Tiba di Pekanbaru
08 Juli 2020
Terkini +INDEKS
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
28 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
26 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang
21 April 2026
Komut PT. PPN Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai, Tekankan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
20 April 2026
Sengketa Lahan Sawit 500 Ha Di Rohil, Ahli Waris Mengadu Ke Mabes Polri Dan DPR RI, Dugaan Keterlibatan Oknum APH Menguat
19 April 2026
Realisasi CSR PT. PPN RU II Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga Jaya Mukti
18 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
  • 2 Faptekal Laporkan PT. Ivo Mas Tunggal Terkait Kelalaian Berujung Laka Kerja Ke Disnaker Provinsi Riau
  • 3 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026,Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
  • 4 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
  • 5 Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara
  • 6 Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyatakan Tekan Emosi Dan Tingkatkan Efisiensi Energi
  • 7 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis Di Seluruh Proses Produksi Kliang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

AuraNusantara ©2020 | All Right Reserved