Pencarian

Program PLTS 100 GWp Diklaim Hemat APBN Rp73 Triliun per Tahun, Ini Rinciannya

Rabu, 26 Agustus 2026 • 08:17:31 WIB
Program PLTS 100 GWp Diklaim Hemat APBN Rp73 Triliun per Tahun, Ini Rinciannya
Pemerintah meluncurkan program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8), dengan 14 proyek tahap awal berkapasitas 5,3 GWp di enam provinsi.

AURANUSANTARA.COM — Pemerintah resmi meluncurkan program ambisius PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Pada tahap awal, sebanyak 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas 5,3 GWp mulai dibangun, termasuk PLTS Gilimanuk 300 MWp dan PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp.

Penghematan BBM dan Penciptaan Lapangan Kerja

Bahlil merinci, secara nasional program ini mampu menekan konsumsi diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun. Khusus untuk wilayah Bali, penghematan bahan bakar mencapai 500 ribu kilo liter setiap tahunnya.

"Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun," kata Bahlil dalam keterangan resminya.

Target 100 GW dalam Tiga Tahun

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk merealisasikan target tersebut dalam waktu singkat. Ia meminta seluruh jajaran kementerian, BUMN, dan pihak terkait untuk berkolaborasi secara kuat.

"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," ujar Prabowo.

Menurut Kepala Negara, efisiensi dan pengelolaan keuangan negara menjadi fondasi penting agar program berskala besar ini berjalan lancar. Pengembangan energi surya tidak hanya difokuskan pada proyek berskala besar, tetapi juga menjangkau wilayah kepulauan terpencil.

Dampak bagi Industri dan Masyarakat

Program ini dirancang sebagai bagian dari transformasi energi nasional yang tidak sekadar menambah kapasitas listrik. Pemerintah menargetkan penguatan industri panel surya dalam negeri sekaligus perluasan akses energi bagi masyarakat.

Dengan biaya produksi listrik yang lebih kompetitif, kehadiran PLTS diharapkan mampu menekan subsidi energi dalam jangka panjang. Nilai ekonomi karbon yang mencapai Rp6,31 triliun per tahun juga menjadi insentif tambahan bagi investor yang ingin masuk ke sektor energi terbarukan.

Proyek tahap awal yang sudah di-groundbreaking mencakup PLTS Desa Sembur berkapasitas 0,92 MWp dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp. Pemerintah menargetkan pembangunan bertahap hingga mencapai kapasitas penuh 100 GWp dalam tiga tahun ke depan.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks