Pencarian

Thierry Henry Desak Pemain Sadar Kekuatan Mereka di Tengah Tekanan pada FIFA dan Gianni Infantino

Jumat, 04 September 2026 • 04:26:31 WIB
Thierry Henry Desak Pemain Sadar Kekuatan Mereka di Tengah Tekanan pada FIFA dan Gianni Infantino
Thierry Henry menilai para pemain sepak bola memiliki kekuatan besar untuk mendorong perubahan di tengah tekanan yang dihadapi FIFA dan presidennya, Gianni Infantino.

AURANUSANTARA.COM — Henry menyampaikan pandangan itu dalam wawancara dengan The Guardian, Selasa (WIB), bersamaan dengan persiapan siaran Liga Champions musim ini oleh CBS dan Paramount. Ia hadir bersama rekan panelisnya, Kate Scott dan Jamie Carragher, di tengah situasi FIFA yang tengah menjadi sorotan tajam sejumlah konfederasi dan penggemar.

FIFA Didesak, Pemain Disebut Punya Kunci Perubahan

Bukan rahasia lagi jika FIFA tengah menghadapi tekanan publik besar-besaran setelah serangkaian skandal yang menerpa proses menuju Piala Dunia 2026. Situasi ini diperparah dengan laporan upaya Infantino menjual hak komersial turnamen, yang memantik kemarahan UEFA hingga berencana menempuh jalur hukum terhadap presiden FIFA tersebut.

Di tengah riuhnya pertikaian politik di tingkat elit itu, Henry memilih fokus pada aktor yang kerap terlupakan: para pemain.

Bagi saya, pemain punya kekuatan lebih dari yang mereka sadari. Jika mereka ingin mengubah sesuatu, mereka bisa mewujudkannya, terutama di era sekarang, kata pemenang Piala Dunia 1998 itu kepada The Guardian.

Scott Sejajarkan Krisis FIFA dengan Proyek Super League

Kate Scott, yang menjadi ansem dalam panel diskusi CBS bersama Henry, Carragher, dan Micah Richards, menghubungkan situasi terkini dengan dinamika serupa yang pernah mengguncang sepak bola Eropa. Ia mengingatkan kegagalan proyek Super League pada 2021 lalu, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai upaya segelintir elit bisnis melawan jantung olahraga itu sendiri: pemain, pelatih, dan penggemar.

Saya pikir pertarungan ini akan sangat menarik untuk disimak. Kemungkinan besar sebagian besar pecinta sepak bola dunia sudah sampai pada titik di mana mereka ingin melihat perubahan di kursi presiden FIFA, sama seperti yang kita rasakan saat melawan Super League, ujar Scott.

Infantino Mulus Tanpa Penantang, Scott Sorot Kepiawaiannya

Sejak menjabat pada 2016, Infantino telah terpilih kembali dua kali tanpa pernah memiliki pesaing. Pemungutan suara berikutnya dijadwalkan pada 18 Maret 2027, dan hingga kini belum ada satu pun kandidat alternatif yang mendeklarasikan diri.

Scott sendiri mengakui sepak terjang Infantino sebagai negosiator ulung. Saya tidak tahu arah perkembangan ini, karena satu hal yang sudah dibuktikan Gianni Infantino di sepak bola dunia adalah kemampuannya sebagai broker kekuasaan yang cerdas. Dia paham betul cara membangun sekutu dan memanfaatkannya, paparnya.

Bagi Henry, suara pemain adalah bagian yang hilang dari percakapan besar ini. Ia mencontohkan bagaimana atlet di kompetisi NBA dan NFL Amerika Serikat mampu membuat liga mendengarkan tuntutan mereka.

Saat pemain memang ingin mewujudkan sesuatu, liga pasti mendengarkan. Anda bisa lihat di NBA dan NFL, kata Henry. Kita lihat saja nanti, apakah para pemain sepak bola dunia akhirnya menyadari kapasitas mereka untuk membuat perubahan nyata.

Sumber: theguardian.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks