Pemprov DKI Persilahkan Perusahaan Ajukan Tak Naik UMP
JAKARTA(ANC)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersilahkan perusahaan-perusahaan terdampak Covid-19 untuk mengajukan permohonan bebas kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP) 2021 ke Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta.
Perusahaan tidak perlu menunggu penetapan kriteria perusahaan terdampak atau tidak terdampak Covid-19 dari Disnakertrans DKI.
“Sudah bisa sekarang, tidak perlu menunggu kriteria itu keluar,” ujar Kepala Dinas Disnakertrans dan Energi Andri Yansyah saat dihubungi, (3/11/2020).
Andri mengatakan, perusahaan bisa menggunakan format umum pendataan ketika hendak mengajukan permohonan. Minimal item standar, kata dia, terdapat dalam format tersebut, seperti nama perusahaan, jenis usaha, alamat dan kontak, penanggung jawab, jumlah karyawan dan laporan keuangan dalam setahun terakhir.
“Yang jelas kan formatnya seperti nama perusahaan, dia bergerak di sektor apa, alamat, jumlah karyawan, penanggung jawabnya siapa. Itu format-format umum seperti kalau kita melakukan pendataan,” ungkap dia.
Hingga saat ini, kata Andri, belum ada perusahaan yang mengajukan permohonan bebas kenaikan UMP 2021. Namun, kata dia, sudah terdapat perusahaan yang secara lisan menyampaikan kepadanya akan segera mengajukan permohonan. Hal ini disampaikan perusahaan dalam acara sosialisasi UMP 2021 DKI Jakarta kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada Senin (2/11/2020).
Andri mengingatkan, pengajuan permohonan bebas kenaikan UMP 2021 harus dilakukan secara mandiri oleh perusahaan bersangkutan. Pengajuan tersebut, kata dia, tidak boleh dilakukan melalui asosiasi pengusaha.
“Pengajuan tidak boleh melalui asosiasi, jadi permohonannya masing-masing perusahaan. Kalau seumpamanya dikumpulkan di asosiasi, boleh, tetapi bukan atas nama asosiasi, tetapi atas nama perusahaan yang bersangkutan,” jelas dia.
Lebih lanjut Andri mengatakan, pihaknya bersama dewan pengupahan, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, para pakar serta akademis sedang menggodok secara maraton kriteria-kriteria sektor usaha terdampak dan tidak terdampak Covid-19. Termasuk, konsep dan template laporan atau permohanan dari perusahaan yang nantinya dituangkan dalam bentuk SK Disnakertrans dan Energi DKI.
“Pada bulan November ini kriteria-kriteria itu sudah keluar. Besok malam, mau bertemu bersama (dewan pengupahan). Pokoknya kita maraton lah, saya tidak mengatakan cepat atau tidak, tetapi sampai saat ini sudah bisa diajukan. Makanya jangan menunggu-nunggu kriteria untuk sektor-sektor yang sudah jelas-jelas terdampak, sekarang saja sudah bisa diajukan,” kata dia.
Menurut Andri, sektor-sektor usaha terdampak secara kasat mata, seperti mal, hotel, pariwisata, properti, ritel, perdagangan, makan minum, dan bioskop.(SPNnews)
PT Astra International Ajak Generasi Muda NTB Ciptakan Dampak Nyata Lewat SATU Indonesia Awards
MATARAM — Rangkaian Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 resmi ditutup di Kot.
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih 3 Penghargaan Di Ajang IDEAS 2026
AURA(JAKARTA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina D.
Komitmen Sosial Astra, United Tractors dan BNPB Latih Kader Kampung Tangguh Bencana
Surabaya – Sebagai bagian dari komitmen Grup Astra dalam mendukung pembangunan.
Pernyataan Sikap FSPMI Terhadap Permenaker No. 7 Tahun 2026 Tentang Alih Daya
AURA(JAKARTA) - Presiden FSPMI, Suparno SH., menyampaikan sejumlah catatan kriti.
Sidang Ke-2 Gugatan Perdata Terhadap FSPMI, Kuasa Hukum Soroti Keadilan dan Dugaan Intervensi
AURA(JAKARTA) - Persidangan perkara gugatan perdata Nomor 155/PDT.G/2026/PN JKT..
Munas SPPK FSPMI Tahun 2026,Ketua DPW FSPMI Riau Satria Putra Kembali Terpilih
AURA(JAKARTA) - Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026 Serikat Pekerja Perkebunan dan .







