Mandiri Divestasi 20% Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

Bank Mandiri melepas seluruh 20% saham Inhealth kepada IFG Life senilai Rp570 miliar.
Penulis: Sutomo
Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:42:31 WIB

AURANUSANTARA.COM — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melepas seluruh 200.000 saham PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia kepada IFG Life dengan nilai transaksi Rp570 miliar. Penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat dilakukan pada 26 Oktober 2026, dan divestasi ini dinyatakan bukan transaksi material sehingga tak memerlukan persetujuan RUPS.

Bank Mandiri menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa harga jual beli saham disepakati Rp570 miliar dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat. Transaksi afiliasi ini dilakukan dalam rangka inisiatif streamlining asuransi jiwa di bawah supervisi Danantara Asset Management (DAM) dan IFG sebagai holding perusahaan asuransi milik negara.

Posisi Kepemilikan Saham Inhealth Sebelum dan Sesudah Divestasi

Komposisi pemegang saham Inhealth saat ini terdiri dari PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) sebesar 80% dan Bank Mandiri sebesar 20%. Sejak perubahan komposisi pemegang saham pada 26 Juni 2024, Inhealth masuk ke dalam struktur Holding IFG dan menjadi perusahaan anak IFG Life.

Sebelumnya, sebanyak 80% saham Inhealth digenggam Bank Mandiri, kemudian Kimia Farma sebanyak 10%, dan IFG Life sebesar 10%. Dengan melepas 200.000 saham atau setara 20% ekuitas perusahaan, Bank Mandiri kini tidak lagi memiliki sisa kepemilikan di Inhealth.

Mengapa Divestasi Ini Tidak Perlu Persetujuan RUPS

Manajemen BMRI menegaskan IFG Life dan perseroan merupakan pihak terafiliasi berdasarkan Pasal 1 butir 1 POJK No. 42/2020, sehingga divestasi Inhealth tergolong Transaksi Afiliasi. Namun nilai transaksi, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Inhealth dibandingkan dengan Bank Mandiri jauh dari ambang batas transaksi material sebesar 20%.

Karena itu, divestasi ini bukan transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bank Mandiri juga menegaskan transaksi tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan perseroan.

Alasan Strategis di Balik Pelepasan Saham

Bank Mandiri menyebut transaksi dilakukan dalam rangka inisiatif streamlining asuransi jiwa yang bertujuan memperkuat industri asuransi jiwa melalui konsolidasi perusahaan di bawah supervisi DAM dan IFG. Sinergi antar pihak terafiliasi dinilai diperlukan untuk merealisasikan tujuan tersebut.

"Divestasi ini diharapkan dapat merepresentasikan perusahaan negara yang mampu bersaing dengan perusahaan asuransi jiwa global," tulis manajemen Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi.

Apa Artinya bagi Investor BMRI

Pelepasan saham Inhealth menghapus satu kepemilikan minoritas di sektor asuransi jiwa, sejalan dengan penataan portofolio anak usaha bank milik negara tersebut. Bank Mandiri masih memiliki anak usaha di sektor asuransi melalui AXA Mandiri Financial Services dengan kepemilikan saham 51,00%.

Selain AXA Mandiri, bank dengan logo pita emas ini menaungi tujuh anak usaha lain, yaitu Mandiri Taspen, Bank Mandiri Europe Limited, Mandiri Tunas Finance, Mandiri Utama Finance, Mandiri Sekuritas, Mandiri Capital, dan Mandiri Remittance. Karena nilainya di bawah ambang material, transaksi Rp570 miliar ini diperkirakan tidak mengubah proyeksi laba konsolidasi BMRI secara berarti.

Reporter: Sutomo