AURANUSANTARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi lebih dulu ke area 5.116-5.180 sebelum kembali menguat, setelah ditutup naik 0,31 persen ke level 5.282 pada perdagangan sebelumnya. MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang naik ke area 5.564 selama mampu bertahan di atas level 4.907.
MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope menyebut IHSG berpotensi terkoreksi terlebih dahulu untuk menguji area 5.116-5.180. Setelah koreksi tersebut, indeks diperkirakan berpeluang kembali menguat menuju rentang 5.456-5.564.
Level support IHSG ditetapkan pada 5.185 dan 4.915, sementara level resistance berada di 5.460 dan 5.563. Proyeksi ini berlaku selama IHSG mampu bertahan di atas level 4.907.
Rekomendasi Saham: BRPT Masuk Fase Buy on Weakness
BRPT terkoreksi 6,79 persen ke Rp1.235 dengan tekanan jual yang masih dominan. MNC Sekuritas menilai posisi BRPT saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].
Atas dasar itu, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk BRPT. Rekomendasi ini muncul di tengah tekanan jual yang belum mereda pada saham tersebut.
Posisi Teknis IHSG di Tengah Tekanan Koreksi
Kenaikan 0,31 persen ke level 5.282 pada perdagangan sebelumnya belum cukup menghapus bayangan koreksi. MNC Sekuritas memandang koreksi sebagai bagian dari perjalanan indeks menuju target penguatan yang lebih tinggi.
Selama IHSG bertahan di atas 4.907, skenario penguatan ke 5.564 tetap terbuka. Namun jika level support 5.185 dan 4.915 jebol, proyeksi tersebut perlu ditinjau ulang.
Apa Artinya bagi Investor
Bagi investor, rentang 5.116-5.180 menjadi area yang perlu dicermati sebagai titik koreksi sebelum potensi rebound. Sementara pada level saham, BRPT di Rp1.235 berada dalam fase tekanan jual yang dominan.
Rekomendasi buy on weakness pada BRPT mengindikasikan MNC Sekuritas melihat peluang akumulasi di tengah koreksi, bukan sinyal untuk menghindari saham tersebut. Investor tetap perlu memantau apakah tekanan jual mereda di sekitar level tersebut.