Pencarian

IHSG Berisiko Uji 6.290, BBCA hingga TLKM Masuk Daftar Rekomendasi Analis

Senin, 21 September 2026 • 06:02:01 WIB
IHSG Berisiko Uji 6.290, BBCA hingga TLKM Masuk Daftar Rekomendasi Analis
IHSG berpotensi terkoreksi dan menguji level 6.290–6.370 pada perdagangan awal pekan.

AURANUSANTARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi terkoreksi pada perdagangan awal pekan dan menguji ulang level 6.290–6.370, setelah sepanjang pekan lalu turun 1,53% dengan tekanan jual yang volumenya mengecil. MNC Sekuritas menilai indeks masih berada di fase wave iv dari wave (c) pada label hitam. Sejumlah saham perbankan, telekomunikasi, dan tambang tetap direkomendasikan untuk trading buy maupun buy on weakness.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut tekanan jual yang mendominasi pergerakan IHSG pekan lalu belum sepenuhnya hilang. Meski begitu, peluang penguatan masih terbuka selama indeks bertahan di atas level 6.370.

"Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541–6.581," tulis Herditya dalam risetnya.

MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di kisaran 6.279–6.201, sementara resistance diperkirakan pada rentang 6.585–6.633. Support adalah level harga yang diyakini menjadi titik terendah sementara dan biasanya memicu kembali daya beli, sedangkan resistance menjadi titik tertinggi yang kerap diikuti aksi jual besar.

Saham Pilihan MNC Sekuritas

Dari sisi rekomendasi, MNC Sekuritas menyoroti sejumlah emiten berkapitalisasi besar. Berikut rincian level entry dan target harganya:

  • BBCA — trading buy, akumulasi di Rp 6.100–Rp 6.275, target Rp 6.475–Rp 6.575, stoploss di bawah Rp 6.050
  • TLKM — buy on weakness di Rp 2.440–Rp 2.520, target Rp 2.620–Rp 2.720, stoploss di bawah Rp 2.420

Tekanan dari Wall Street dan Kebijakan The Fed

Phintraco Sekuritas mencatat indeks-indeks Wall Street bergerak mixed pada perdagangan Jumat (18/9). Indeks Dow Jones tertekan setelah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin menjadi 5,006%.

Penguatan yield tersebut mencerminkan ekspektasi pasar bahwa The Fed masih akan hawkish hingga tahun depan. Di Asia, Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September, level tertinggi sejak April 1995.

Harga minyak melanjutkan pelemahan. West Texas Intermediate (WTI) turun 1,6% menjadi US$100 per barel, sedangkan Brent melemah 0,9% ke US$103 per barel. Sebaliknya, emas di pasar spot menguat 0,3% menjadi US$4.352 per troy ounce, ditopang koreksi harga minyak meski penguatan dolar AS menahan laju kenaikannya.

"Sementara itu Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dengan Greenland dan Denmark untuk memperluas kehadiran militer AS di Greenland namun tidak mengambil alih wilayah itu (18/9)," tulis Phintraco Sekuritas.

Agenda Domestik: RDG Bank Indonesia dan Data Kredit

Di dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0,33% ke level 6.441,16 pada perdagangan Jumat (18/9). Investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23 September 2026.

Phintraco memperkirakan BI Rate masih dipertahankan di level 5,75%. Pada hari yang sama, pasar juga mencermati data pertumbuhan kredit Agustus 2026 yang diperkirakan mencapai 15% secara year on year, naik dari 13,58% YoY pada Juli 2026.

"Jika IHSG breakdown 6.400, berpotensi menguji level 6.300–6.350," tulis Phintraco.

Sentimen Global dan Rekomendasi Saham Lainnya

Konflik di Timur Tengah diperkirakan masih memengaruhi bursa global, terutama melalui harga minyak, ekspektasi inflasi, dan arah suku bunga. Investor juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed soal prospek kebijakan moneter.

Selain itu, pasar menyoroti pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Amerika Serikat pada 23–25 September 2026.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham lain, yakni ANTM, EMAS, MDKA, MBMA, SILO, dan TPIA. Daftar ini melengkapi pilihan MNC Sekuritas di segmen perbankan dan telekomunikasi, memberi investor alternatif di sektor tambang, kesehatan, dan petrokimia.

Sumber: katadata.co.id

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks