Besaran Bantuan
AURANUSANTARA.COM — Peserta yang lolos seleksi menjalani masa magang selama enam bulan penuh. Sepanjang periode tersebut, pemerintah menanggung pembiayaan peserta tanpa membebani kas tempat kerja.
Fasilitas yang disalurkan meliputi:
- Uang saku bulanan yang disetarakan dengan upah minimum daerah setempat.
- Iuran perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
- Iuran perlindungan Jaminan Kematian (JKM).
Syarat Penerima
Program ini ditujukan khusus bagi pencari kerja dengan kualifikasi tertentu agar bantuan tepat sasaran:
- Lulusan perguruan tinggi yang membutuhkan pengalaman kerja.
- Bersedia mengikuti penempatan kerja selama enam bulan penuh di unit usaha mitra, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Cara Cek Status
- Pencari kerja memantau pengumuman resmi pelaksanaan rekrutmen melalui kanal kementerian terkait.
- Pelamar memeriksa status kelulusan berkas dan penetapan mitra penempatan pada tahap pendaftaran yang dibuka.
- Peserta yang lolos verifikasi menerima rincian fasilitas penugasan dan jaminan sosial sebelum masa kerja dimulai.
Jadwal Pencairan
Total target 150 ribu peserta pada tahun 2026 dibagi pelaksanaannya ke dalam tiga tahap. Masing-masing tahap menampung kuota 50 ribu orang.
Pemerintah menanggung penuh uang saku setiap bulan selama masa magang berjalan. Penyaluran disesuaikan dengan ketentuan upah minimum daerah di lokasi penempatan masing-masing penerima.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memanfaatkan program ini. Pasalnya, beban biaya uang saku peserta selama enam bulan ditanggung sepenuhnya oleh anggaran pemerintah.
Kementerian UMKM mencatat sektor usaha kecil menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional serta menyumbang Produk Domestik Bruto di atas 60%. Keterlibatan sektor ini menjadi tumpuan agar keterampilan peserta tetap berlanjut menjadi peluang kerja tetap.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan peningkatan kuota merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto setelah evaluasi periode sebelumnya.
"Program tahun lalu itu 100 ribu, sekarang 150 ribu yang diterima. Tentunya harapan kita ke depan semakin banyak," kata Teddy saat peluncuran Program Magang Nasional 2026.
Teddy menyebut sekitar 30%-40% peserta magang tahun 2025 tercatat memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa pelatihan. Catatan penyerapan kerja ini menjadi acuan pemerintah memperbesar skala kuota pada pelaksanaan tahun berjalan.
Masyarakat diminta mengakses informasi resmi melalui kanal kementerian penyelenggara dan mewaspadai tawaran pungutan liar yang menjanjikan kelulusan seleksi.