Pencarian

BGN Uji CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG, Pantau SOP hingga Cuci Ompreng

Rabu, 21 Oktober 2026 • 06:22:01 WIB
BGN Uji CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG, Pantau SOP hingga Cuci Ompreng
BGN menguji integrasi CCTV berbasis AI di sekitar 70 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk memantau kepatuhan SOP.

AURANUSANTARA.COM — Badan Gizi Nasional mengevaluasi kepatuhan sekitar 70 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi melalui integrasi kamera pengawas berbasis kecerdasan buatan. Teknologi itu akan membaca rekaman CCTV yang sudah terpasang untuk memantau standar operasional prosedur, dari pengelolaan makanan sampai pencucian ompreng. Uji coba berjalan tanpa pengadaan perangkat baru dalam skala besar.

"Kami berusaha mengintegrasi CCTV. Semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum dikonsumsi oleh internal dari dapur itu, sehingga kami sedang piloting, ada sekitar 70-an dapur," ujar Sudaryono dalam paparannya di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Senin (19/10).

Rekaman Dipantau sampai Perilaku Karyawan

Pemantauan tidak berhenti pada alur produksi. Sistem juga menyoroti perilaku karyawan saat bekerja, termasuk memastikan proses persiapan makanan dilakukan di tempat yang semestinya.

Dari situ, BGN berharap bisa mengidentifikasi pelanggaran SOP lebih cepat dan menindaklanjutinya dengan perbaikan. Rekaman yang selama ini tersimpan di masing-masing dapur menjadi bahan mentah yang selama ini belum terpakai.

Sudaryono menegaskan BGN tidak berencana membeli perangkat baru dalam jumlah besar. Pendekatan yang dipilih adalah menghubungkan kamera yang sudah ada.

"Kami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja, jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan saja," ujarnya setelah rapat koordinasi.

Akses Publik Dibuka Terbatas, Kepala Sekolah hingga Orang Tua Siswa

BGN membuka opsi memberi akses rekaman kepada pihak luar, meski cakupannya masih dikaji. Sudaryono menyebut kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa sebagai kelompok yang mungkin dilibatkan.

"Makanya kami berharap akses bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu, misalnya kepala sekolah, guru, atau orang tua siswa," ujarnya.

Pembatasan akses dinilai perlu agar informasi soal kondisi dan tata letak dapur tidak terbuka bebas. Pertimbangan keamanan menjadi alasan utama sebelum kebijakan itu diputuskan.

"Saya sangat mendukung. Intinya kami ingin buka selebar mungkin bagaimana partisipasi publik itu bisa ikut mengawasi MBG," kata Sudaryono.

Melengkapi Radar MBG yang Sudah Berjalan

BGN telah menyediakan layanan Radar MBG. Lewat layanan itu, masyarakat bisa mengetahui menu harian, kandungan gizi, dan SPPG yang memasak makanan berdasarkan nama sekolah.

Integrasi CCTV dimaksudkan menutup celah yang tidak terjangkau Radar MBG, khususnya kepatuhan terhadap SOP dan kualitas pelaksanaan program. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya berbasis laporan menu, tetapi juga rekaman proses di dapur.

Bagi pelaku usaha katering dan pemasok bahan pangan yang bermitra dengan SPPG, aturan ini menambah lapisan kepatuhan yang harus dijaga. Kualitas dokumentasi proses dan konsistensi prosedur menjadi bagian dari penilaian, bukan sekadar cita rasa dan kandungan gizi.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks