Pencarian

InJourney Matangkan Persiapan MotoGP Mandalika 2026, Tambah 66 Penerbangan ke NTB

Sabtu, 19 September 2026 • 07:41:31 WIB
InJourney Matangkan Persiapan MotoGP Mandalika 2026, Tambah 66 Penerbangan ke NTB
Peserta forum meninjau lintasan Pertamina Mandalika International Circuit menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Kamis (17/9).

AURANUSANTARA.COM — InJourney bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar pengecekan lintasan Pertamina Mandalika International Circuit menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Forum diskusi dan inspeksi sirkuit dilakukan untuk memastikan seluruh sektor, dari balap hingga pariwisata, berjalan terintegrasi pada pekan balapan nanti. Tambahan 66 penerbangan menuju NTB disiapkan guna mengangkut lonjakan penonton dan wisatawan.

Paragraf pembuka: Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memasuki fase akhir. InJourney bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi NTB, serta pemangku kepentingan terkait mengecek langsung kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Kamis (17/9). Pengecekan itu bagian dari rangkaian Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang menjadi wadah koordinasi sekaligus konsolidasi komitmen seluruh pihak.

Homologasi FIM Grade A Dijadwalkan 8 Oktober

Dalam track inspection, peserta forum melihat langsung sejumlah pekerjaan pada lintasan dan fasilitas pendukung balap yang tengah diselesaikan menuju homologasi dan penyelenggaraan balapan. Homologasi FIM Grade A sendiri dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.

Forum diskusi sebelumnya memastikan kesiapan seluruh sektor berjalan terintegrasi menjelang race week. Cakupannya meliputi aspek sirkuit dan race operation, transportasi dan konektivitas, keamanan, kesehatan, akomodasi, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat. Setiap pemangku kepentingan menyelaraskan progres, kebutuhan, serta langkah tindak lanjut sesuai peran masing-masing.

Konektivitas Jadi Sorotan, 66 Penerbangan Tambahan Disiapkan

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyebut forum diskusi hari itu membahas berbagai isu dan mencari solusi bersama, termasuk upaya membuka akses konektivitas hingga kesiapan akomodasi dan penyerapan tenaga kerja.

"Dalam diskusi hari ini, berbagai isu kami uraikan dan carikan solusi bersama termasuk konektivitas. Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 ini kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB dan hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body," ujar Maya.

Tambahan penerbangan itu menjadi penopang utama mobilitas penonton dan wisatawan selama pekan balapan. Tanpa konektivitas yang memadai, lonjakan kunjungan berisiko tidak terlayani optimal.

NTB Targetkan Dampak Lebih Besar bagi Warga

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan sekaligus memperluas manfaat event bagi masyarakat.

"Target kita bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB. Karena itu, seluruh unsur harus bergerak bersama, mulai dari kesiapan infrastruktur, transportasi, keamanan dan pariwisata, hingga semakin besarnya keterlibatan masyarakat, volunteer lokal, UMKM dan talenta daerah," ujar Iqbal.

Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal disebut menjadi salah satu fokus tahun ini. Ajang balap berskala global dinilai membuka ruang ekonomi langsung bagi warga sekitar sirkuit.

Dua Pebalap Indonesia Tampil di Panggung Dunia

Pertamina Grand Prix of Indonesia juga menjadi platform untuk membawa talenta Indonesia ke panggung dunia. Tahun ini, dua anak bangsa akan berkompetisi di ajang ini.

Maya menuturkan, event ini bukan sekadar olahraga internasional, melainkan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Ia memperingatkan risiko kehilangan momentum jika event berskala global tidak berlanjut.

"Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekedar event olahraga internasional, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Ketika kita kehilangan event berskala global, kita berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia. Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama," jelas Maya.

Ia menambahkan, berbagai perbaikan terus dilakukan untuk pengembangan pariwisata di The Mandalika. Namun hal itu tidak bisa dilakukan sendiri.

"Dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari seluruh stakeholder baik di daerah dan pusat, kementarian/lembaga, hingga pelaku industri," tambah Maya.

Penutup: Bagi NTB dan industri pariwisata nasional, rangkaian persiapan ini menentukan apakah Mandalika bisa menaikkan kelas event tahunan menjadi mesin ekonomi yang berkelanjutan. Homologasi 8 Oktober menjadi penanda penting sebelum lintasan dinyatakan siap menggelar balapan.

Sumber: koranbumn.com

Follow auranusantara.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks